Menteri ESDM Buka Peluang Harga Pertamax Turun Bulan Depan Jika Harga Minyak Dunia Terus Melemah

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 21:48:01 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan pernyataan terkait potensi penurunan harga Pertamax di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7).

JAKARTA — Pengguna Pertamax dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia patut menaruh harapan pada kebijakan harga yang lebih ringan dalam waktu dekat. Pemerintah memastikan akan segera menyesuaikan harga jual jika harga minyak mentah dunia terus turun.

Formulasi Penurunan Harga Sedang Digodok

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih sangat fluktuatif dan bisa berubah dalam hitungan hari.

"Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Pemerintah, lanjut Bahlil, tengah mencari formulasi yang tepat bersama PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM lainnya. Formulasi ini harus adil bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi dan tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan.

Bukan Sekadar Ikut Harga Minyak Dunia

Penurunan harga BBM nonsubsidi tidak bisa serta-merta mengikuti pergerakan harga minyak global setiap hari. Pemerintah juga mempertimbangkan stabilitas harga dan keberlanjutan bisnis badan usaha penyedia BBM.

Jika harga minyak dunia turun secara konsisten, biaya pengadaan BBM berpotensi menurun sehingga membuka ruang bagi penyesuaian harga di tingkat konsumen. Namun, perubahan harga yang terlalu sering justru bisa mengganggu stabilitas pasar.

Stok BBM Nasional Aman Hingga Akhir Tahun

Di tengah pembahasan penurunan harga, Bahlil juga melaporkan kondisi pasokan energi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan stok BBM nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

"Alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum. Kerja sama kita dengan beberapa negara terkait crude juga sudah jelas sehingga insyaallah sampai akhir tahun tidak ada masalah," ujarnya.

Dengan pasokan yang terjaga dan peluang melemahnya harga minyak dunia, masyarakat kini menantikan keputusan resmi pemerintah mengenai harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya pada bulan depan.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: inibaru.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top