KENDAL — Polres Kendal membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa untuk ikut merumuskan persoalan keamanan daerah. Kapolres AKBP Hendry Susanto Sianipar menyampaikan komitmen itu di hadapan puluhan kader IMM yang mengikuti DAD Kolosal di SMK Muhammadiyah 3 Weleri.
"Keamanan tidak diwariskan, melainkan harus diciptakan. Saya berharap rekan-rekan IMM terus bersinergi bersama kami dalam mendukung terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kendal," ujar Hendry dalam sambutannya.
Di hadapan peserta DAD, Kapolres menegaskan tidak akan ada tindakan represif dari anggota Polri terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Ia menjamin kebebasan berpendapat selama masa kepemimpinannya, asalkan sesuai aturan yang berlaku.
"Ruang dialog harus selalu dikedepankan sebagai cara membangun hubungan yang sehat antara aparat keamanan dan kalangan akademisi," tegasnya.
Hendry mendorong agar isu keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi salah satu materi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar selama rangkaian DAD. Menurutnya, mahasiswa bisa memberikan kontribusi pemikiran terhadap persoalan sosial di daerah lewat forum diskusi semacam itu.
Dengan demikian, kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tapi juga melahirkan gagasan konkret untuk menjaga kondusivitas Kendal.
Ketua PC IMM Kendal Muhammad Surya Setiawan menyambut positif dukungan Polres Kendal terhadap kegiatan kaderisasi organisasinya. Ia menyatakan IMM akan terus menjalankan peran sebagai organisasi kader yang kritis, konstruktif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan kebangsaan.
"Sinergi yang baik antara IMM dan Polres Kendal diharapkan terus terjalin untuk bersama-sama mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Kendal," kata Surya.
DAD Kolosal yang diikuti sekitar 70 mahasiswa UMKABA ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kepolisian, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam membangun iklim daerah yang aman, demokratis, dan kondusif.