Inflasi Purwokerto Juni 2026 Terjaga di 0,12 Persen, Harga Cabai dan Daging Ayam Turun Redam Lonjakan Bawang Merah

Penulis: Oki Setiawan  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:31:01 WIB
Inflasi Purwokerto Juni 2026 terjaga di angka 0,12 persen meski harga bawang merah naik.

PURWOKERTO — Kenaikan harga bawang merah di Purwokerto pada Juni 2026 gagal mendorong inflasi tinggi. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Christoveny mencatat inflasi bulanan kota itu hanya 0,12 persen secara month to month (mtm).

Tekanan harga bawang merah yang dipicu penurunan produksi di daerah sentra tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit. “Kendati demikian, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit seiring terjaganya pasokan dan upaya stabilisasi harga pangan,” ujar Christoveny di Purwokerto, Jumat.

Ia menambahkan, inflasi bulanan secara umum dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang mendorong kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang.

Harga Bawang Merah Turun Lagi, Pedagang Catat Perubahan Drastis

Di tingkat pedagang, harga bawang merah mulai turun. Anjar, pedagang sayuran di Pasar Manis Purwokerto, mengatakan harga bawang merah saat ini Rp55.000 per kilogram, turun dari Rp60.000 per kilogram pekan lalu.

“Biasanya kami menjual bawang merah di kisaran Rp40.000 per kilogram. Namun karena petani di Brebes gagal panen dan permintaan dari Jakarta sangat tinggi, harga bawang merah di sini melonjak,” katanya.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah. Harganya turun dari Rp60.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram, masih dalam rentang harga acuan Rp40.000-Rp57.000 per kilogram. Cabai merah bertahan di Rp50.000 per kilogram, juga dalam rentang harga acuan Rp37.000-Rp55.000 per kilogram.

Telur dan Daging Ayam di Bawah Harga Acuan, Pemkab Banyumas Siapkan Skema Antardaerah

Dua komoditas lain justru berada di bawah harga acuan. Harga telur ayam ras turun menjadi Rp24.000-Rp25.000 per kilogram, lebih rendah dari harga acuan Rp26.500 per kilogram. Sementara daging ayam ras turun ke kisaran Rp32.000-Rp35.000 per kilogram, di bawah harga acuan Rp40.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi menyebut penurunan harga telur ayam ras disebabkan surplus produksi. “Kalau ada daerah yang kekurangan pasokan telur, nanti kita bantu komunikasikan agar distribusinya bisa berjalan. Yang penting suplai dan permintaan menjadi lebih seimbang,” ujarnya.

BI dan TPID Perkuat Distribusi Pangan Antarwilayah

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga stabilitas harga. Christoveny mengatakan, upaya itu dilakukan melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan di tengah dinamika perekonomian daerah.

Salah satu langkah konkret adalah memfasilitasi kerja sama antardaerah (KAD) skema business-to-business (B2B) komoditas pangan di wilayah Banyumas Raya. Wilayah itu meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Gatot menambahkan, Pemkab Banyumas akan berkoordinasi dengan asosiasi peternak, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten tetangga untuk memperluas akses pasar telur produksi Banyumas. “Kalau ada daerah yang kekurangan pasokan telur, nanti kita bantu komunikasikan agar distribusinya bisa berjalan,” katanya.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top