KENDAL — Sebanyak 24 desa dan kelurahan di Kabupaten Kendal telah mengunggah proposal program budi daya tematik ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dua desa lainnya masih dalam proses konfirmasi, sementara dua desa membatalkan pengajuan karena terkendala lahan.
Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan alokasi anggaran sebesar Rp600 juta akan diberikan kepada setiap desa yang proposalnya dinyatakan memenuhi ketentuan. “Setiap desa akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp600 juta setelah proposal diajukan dan dinyatakan memenuhi ketentuan berdasarkan hasil verifikasi,” jelasnya dalam keterangan usai rakornas.
Program budi daya tematik ini memadukan usaha perikanan dengan tujuan sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan. Komoditas yang difokuskan adalah lele dan nila — dua jenis ikan bernilai gizi tinggi.
Hudi menyebutkan hasil budi daya dari program ini rencananya akan didistribusikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kendal. “Sektor ini berfokus pada komoditas bernilai gizi tinggi seperti lele dan nila yang hasilnya didistribusikan untuk program seperti Makan Bergizi Gratis,” terangnya.
Menurut data DKP Kendal, dari 28 desa dan kelurahan yang mengajukan diri, 24 desa telah mengunggah proposal. Dua desa batal karena persoalan ketersediaan lahan. Dua desa lainnya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak dinas.
Hudi mengingatkan desa dan kelurahan yang belum mengajukan proposal untuk segera melengkapi persyaratan. “Progres hingga hari ini, sudah ada 24 desa yang mengunggah proposal. Dua desa batal karena persoalan lahan, sedangkan dua desa lainnya masih kami konfirmasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program budi daya tematik ini, pihaknya berharap produktivitas sektor perikanan budi daya di Kendal meningkat. “Melalui program budidaya tematik itu kedepan harapannya mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya di Kabupaten Kendal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan di tingkat desa,” pungkasnya.
Rakornas PKPN Sektor Kelautan dan Perikanan tahun ini mengusung tema “Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan”. Acara digelar untuk mendorong percepatan pelaksanaan program strategis yang berorientasi pada peningkatan produksi pangan berbasis kelautan dan perikanan.