DEMAK — Program pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Demak tidak sekadar memberi sertifikat. Pemerintah daerah menjamin lulusannya bisa langsung bekerja di pabrik garmen, tanpa harus melewati proses rekrutmen yang panjang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Demak, Agus Kriyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pinnacle Apparels, perusahaan yang berlokasi di kawasan industri Jatengland, Demak. “Contoh yang kita selenggarakan kemarin terkait dengan pelatihan menjahit, sudah kita MoU kan dengan salah satu perusahaan (pinnacle apparels) itu ada di Jatengland, sehingga mereka yang sudah lulus langsung bisa di salurkan kerja di sana,” ujar Agus, Rabu (1/7).
Ia menambahkan, semua lulusan yang mendapat rekomendasi dari dinas dipastikan bisa diterima. “Kalau ada rekomendasi dari kita, semua bisa diterima,” sambungnya.
Agar lulusan siap pakai, materi pelatihan di BLK mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Artinya, keterampilan yang diajarkan sudah disesuaikan dengan standar yang dibutuhkan perusahaan. “Kita mengacu pada kurikulum SKKNI, jadi sudah disesuaikan sebetulnya. Yang kita latih dengan apa yang dibutuhkan temen-temen sudah marger, ini terkait dengan pelatihan menjahit,” ungkap Agus.
Pendekatan ini membuat lulusan BLK tidak perlu lagi mengikuti pelatihan ulang saat masuk dunia kerja. Perusahaan pun diuntungkan karena mendapatkan tenaga kerja yang kompeten sejak awal.
Namun, pola penyaluran kerja langsung ini tidak berlaku untuk semua program pelatihan di BLK. Agus menjelaskan, untuk jurusan lain seperti tata rias, peserta justru didorong untuk membuka usaha mandiri. “Tapi untuk pelatihan pelatihan yang lain memang kita masih memfokuskan mereka menjadi wirausaha. Contoh pelatihan tata rias, sehingga kita dorong mereka agar mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka,” katanya.
Langkah ini diambil untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran. Pemerintah daerah juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk membuka peluang kerja bagi lulusan program lain, seperti pelatihan las.
Meski peluang kerja terbuka lebar, Agus mengakui bahwa untuk beberapa bidang pelatihan, perusahaan tetap menerapkan proses seleksi sesuai standar masing-masing. Namun secara umum, lulusan BLK Demak dinilai memiliki peluang yang baik karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Untuk beberapa bidang pelatihan lain, perusahaan tetap menerapkan proses seleksi sesuai standar mereka. Namun secara umum lulusan BLK Demak memiliki peluang yang baik karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” pungkas Agus.