Wakil Wali Kota Semarang Ajak Warga Rawat Makam Kiai Jungke, Situs Religi Abad ke-17 yang Bisa Dongkrak Ekonomi Kampung

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 00:17:01 WIB
Wakil Wali Kota Semarang mengajak warga merawat Makam Kiai Jungke sebagai situs religi bersejarah.

SEMARANG — Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, resmi direnovasi dan diresmikan dalam sebuah pengajian akbar, Sabtu (27/6) malam. Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin yang hadir langsung mengajak masyarakat untuk terus nguri-uri atau merawat situs religi ini.

Kiai Jungke, yang juga dikenal sebagai Kiai Nayawangsa atau Sayyid Husain, merupakan salah satu tokoh penyebar Islam di Kota Semarang pada abad ke-17. Menurut Iswar, keberadaan makam ini menjadi bukti bahwa kemajuan kota tidak lepas dari perjuangan dakwah para ulama di masa lampau.

“Warga Pandansari harus bangga karena di wilayah ini dimakamkan seorang tokoh besar. Tugas kita bersama adalah mengikuti jejak sekaligus meneladani perjuangan beliau,” ujar Iswar dalam sambutannya.

Renovasi Swadaya Warga yang Dirintis Sejak Sebelum Pandemi

Iswar mengapresiasi inisiatif masyarakat yang secara swadaya merawat dan merenovasi kawasan makam. Proses perbaikan ini, kata dia, sudah dikomunikasikan sejak lama, bahkan sebelum masa pandemi melanda.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah menguri-uri makam beliau. Komitmen masyarakat menjaga aset sejarah seperti ini patut kita dukung bersama,” tegasnya.

Potensi Ekonomi dari Aktivitas Ziarah

Lebih dari sekadar situs sejarah, keberadaan Makam Kiai Jungke dinilai bisa menjadi pusat aktivitas ziarah yang menghidupkan ekonomi kampung. Iswar menjelaskan, makin banyak peziarah yang datang, makin besar peluang tumbuhnya usaha kecil warga di lingkungan sekitar.

“Kalau rutinan seperti pengajian atau selawatan terus dihidupkan, insyaallah silaturahmi antarwarga makin kuat, keberkahan akan hadir, dan aktivitas ziarah juga akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Pandansari,” pungkasnya.

Semarang Tengah Simpan Banyak Makam Ulama yang Belum Terawat

Di sisi lain, Iswar juga mengingatkan bahwa Semarang Tengah sebagai kawasan tertua di Kota Semarang masih menyimpan banyak makam tokoh dan ulama yang kondisinya memprihatinkan. Ia mendorong agar warisan sejarah ini tidak hilang ditelan perkembangan kota.

“Saya mendengar masih ada makam-makam tua yang kondisinya belum terawat dengan baik. Mari kita jaga bersama agar warisan sejarah Kota Semarang tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Wakil Wali Kota berharap peringatan haul tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian dan majelis taklim bisa mempererat ukhuwah warga sekaligus menghidupkan kawasan melalui aktivitas ziarah yang berkelanjutan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: joss.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top