SEMARANG — Kapal rute Semarang–Kumai kembali dijadwalkan berlayar sebanyak 10 kali sepanjang Juli 2026. Rute ini menjadi pilihan utama bagi warga Jawa Tengah yang hendak menuju Kalimantan Tengah, baik untuk keperluan mudik, bisnis, maupun kunjungan keluarga.
Berdasarkan informasi dari jadwal resmi, kapal akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menuju Pelabuhan Kumai dengan frekuensi yang cukup padat. Tiket untuk kelas ekonomi dibanderol mulai Rp 178.000 per penumpang, menjadikannya moda transportasi paling hemat dibandingkan jalur udara.
Sepuluh pelayaran tersebut tersebar di sepanjang bulan Juli. Setiap jadwal keberangkatan memiliki waktu tempuh yang bervariasi, tergantung kondisi cuaca dan jenis kapal yang dioperasikan.
Penumpang diimbau untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal, terutama menjelang akhir pekan atau musim liburan, karena jumlah kursi terbatas dan kerap habis dalam waktu singkat.
Harga tiket Rp 178.000 merupakan tarif terendah untuk kelas ekonomi. Penumpang di kelas ini mendapatkan tempat duduk lesehan atau kursi sederhana di ruang bersama, tanpa kabin pribadi. Meski demikian, kapal tetap menyediakan fasilitas dasar seperti toilet, kantin, dan ruang ibadah.
Bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih, tersedia juga kelas kabin dengan harga yang lebih tinggi. Tiket untuk kelas ini bisa mencapai Rp 400.000 hingga Rp 600.000 tergantung kapasitas dan fasilitas kamar.
Tiket kapal rute ini bisa dibeli melalui aplikasi resmi Pelni, situs web, maupun loket di pelabuhan. Pembelian secara daring disarankan untuk menghindari antrean panjang, terutama pada musim ramai.
Calon penumpang diwajibkan membawa identitas diri (KTP atau kartu keluarga) saat boarding. Untuk anak-anak di bawah usia tertentu, berlaku ketentuan tarif khusus yang bisa dicek langsung di sistem pemesanan.
Selain rute Semarang–Kumai, Pelni juga mengoperasikan kapal dari Semarang menuju sejumlah pelabuhan lain di Kalimantan seperti Pontianak dan Sampit. Namun, rute ke Kumai menjadi favorit karena jarak tempuh yang lebih pendek dan akses langsung ke pusat Kota Palangka Raya melalui jalur darat.
Dengan adanya 10 pelayaran di Juli 2026, warga Jawa Tengah memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan ke Kalimantan Tengah. Jadwal ini juga diharapkan membantu kelancaran distribusi barang dan mobilitas penduduk antar-pulau.