PLN IP UBP Semarang menggunakan 360 kilogram besi bekas dari proses operasional PLTGU Tambak Lorok untuk membangun rangka green house. Langkah ini tidak hanya menekan volume limbah industri, tetapi juga mengurangi emisi karbon hingga 1,327 ton CO2eq dibandingkan jika menggunakan material baru. Konsep ekonomi sirkular ini menjadi fondasi utama program Creating Shared Value (CSV) yang dijalankan perusahaan di wilayah Ring 1.
Fasilitas ini didukung Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala mikro berkapasitas 1.000 Watt. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mengoperasikan sistem pengairan otomatis dan lampu pertumbuhan tanaman (grow lights). Inovasi ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga sekitar tentang pemanfaatan energi bersih di tingkat rumah tangga dan komunitas.
Wilayah Tanjung Mas menghadapi keterbatasan lahan subur akibat abrasi dan rob. PLN IP bersama Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS) serta Universitas Katolik Soegijapranata memberikan pelatihan teknik budidaya hidroponik, vertikultur, dan pengelolaan pembibitan yang sesuai dengan karakter lingkungan pesisir. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar anggota KWT Cantik Bahari mampu mengembangkan usaha mandiri.
Program ini melibatkan Pemerintah Kota Semarang, Rotary Club Semarang Bojong, dan akademisi. Perwakilan Manajemen PLN IP UBP Semarang mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi membangun ekosistem berkelanjutan.
"Dengan memanfaatkan limbah perusahaan dan energi bersih berbasis bayu, kami berharap KWT Cantik Bahari dapat menjadi contoh masyarakat pesisir yang berdaya, mandiri pangan, dan peduli lingkungan," ujarnya.
Melalui program ini, PLN IP UBP Semarang menerapkan prinsip People, Planet, Profit dalam operasional bisnisnya. Inisiatif KWT Cantik Bahari diharapkan menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang lebih hijau dan tangguh, sekaligus membuktikan bahwa sektor energi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.