BREBES — Dua santri di Brebes membuat geger warga Kampung Saditan setelah memanjat tower seluler setinggi 50 meter di Jalan Dr Wahidin, Kota Brebes, pada Sabtu (20/6/2026) pagi. Keduanya bahkan sempat tertidur di puncak tower sebelum akhirnya berhasil dibujuk turun oleh petugas.
Warga yang melihat aksi nekat dua remaja tersebut langsung melapor ke pihak kepolisian melalui nomor darurat 110. Tak berselang lama, personel Polres Brebes bersama tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes bergerak menuju lokasi.
Sesampainya di tempat kejadian, petugas mendapati kedua anak masih berada di atas tower. Setelah diberikan imbauan dan dibujuk secara persuasif, keduanya akhirnya bersedia turun dengan selamat.
Kepala Humas Polres Brebes Iptu Indra Prasetyo mengungkapkan, berdasarkan pengakuan keduanya, aksi tersebut dilakukan hanya karena iseng. "Mereka mengaku hanya iseng. Awalnya berjalan-jalan setelah salat Subuh, kemudian melihat tower dan memanjat pagar pembatas sebelum naik ke atas tower," kata Indra, Sabtu pagi.
Kedua remaja berinisial D dan F itu merupakan pelajar di salah satu SMA Negeri di Brebes, sekaligus santri di pondok pesantren di wilayah Kampung Saditan. Selama berada di atas tower, mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam.
Menurut Indra, selama di atas tower, kedua santri itu mengaku sempat mengambil klem kabel yang berada di tower untuk dijadikan mainan. Petugas gabungan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap keduanya setelah berhasil dievakuasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pihak kepolisian mengimbau para orang tua dan pengasuh pondok pesantren untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak di luar jam belajar.