KLATEN — Kampung Siluman bukan sekadar nama yang menimbulkan penasaran. Secara geografis, kawasan ini berada di titik paling rawan sekaligus paling strategis di lereng Merapi. Jarak tempuh dari puncak kawah yang masih aktif itu hanya sekitar 5 kilometer, menjadikannya salah satu pemukiman terdekat dengan sumber bahaya vulkanik.
Alih-alih dihindari, posisi geografis yang ekstrem ini justru menjadi magnet bagi wisatawan. Dari Kampung Siluman, panorama puncak Merapi terlihat sangat dekat dan jelas, terutama saat cuaca cerah. Fenomena ini jarang ditemukan di desa-desa lain di kaki gunung.
Pemerintah Desa Sidorejo mulai mengemas potensi ini sebagai paket wisata petualangan dan edukasi kebencanaan. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga belajar tentang mitigasi bencana dari komunitas yang tinggal di garis depan.
Kekuatan lain dari Desa Sidorejo adalah seni Tarian Gedruk Merapi. Tarian ini menggambarkan kegagahan dan kegigihan masyarakat lereng dalam menghadapi kerasnya alam. Gerakannya yang dinamis dan penuh tenaga menjadi simbol perlawanan terhadap ketakutan akan bencana.
Pertunjukan Gedruk sering dipentaskan di area Kampung Siluman, menciptakan harmoni antara atraksi budaya dan panorama gunung. Wisatawan bisa menyaksikan tarian ini sambil menikmati udara sejuk khas pegunungan di ketinggian 1.100 mdpl.
Nama "Siluman" sendiri mengandung unsur mistis yang kuat. Alih-alih menutupi cerita-cerita lokal, pengelola justru merangkulnya sebagai bagian dari narasi wisata. Cerita rakyat tentang kampung gaib di lereng Merapi dikemas menjadi tur tematik yang menarik minat pencari pengalaman unik.
Pemerintah desa berharap perpaduan antara sisi magis Kampung Siluman, kegagahan Tarian Gedruk, dan kedekatan ekstrem dengan puncak Merapi bisa menjadi paket wisata terintegrasi. Potensi ini dinilai mampu mendongkrak ekonomi warga tanpa harus merusak ekosistem lereng yang rapuh.