BLORA — Stasiun Cepu di Kabupaten Blora menjadi salah satu simpul mobilitas utama selama libur panjang Tahun Baru Islam 1448 H. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara per Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB, total penumpang yang naik dan turun di stasiun tersebut mencapai 8.764 orang.
“Sementara ini, ada 8.764 penumpang, terdiri dari 4.244 penumpang berangkat dan 4.520 pelanggan tiba di Stasiun Cepu,” ungkap Luqman, Rabu (17/6/2026).
Luqman menjelaskan bahwa pola pergerakan penumpang kereta api menunjukkan distribusi mobilitas yang relatif seimbang antara arus keberangkatan dan kedatangan. Para penumpang didominasi oleh perjalanan antarkota untuk keperluan wisata, kunjungan keluarga, serta aktivitas sosial masyarakat.
“Mobilitas masyarakat selama libur panjang Tahun Baru Islam tahun ini menunjukkan pola yang stabil dan seimbang antara arus keberangkatan dan kedatangan,” ujar Luqman.
Data harian menunjukkan fluktuasi volume penumpang. Pada Jumat (12/6/2026), tercatat 1.900 pelanggan. Angka tersebut naik signifikan pada Sabtu (13/6/2026) menjadi 2.208 pelanggan, dan kembali tinggi pada Minggu (14/6/2026) dengan 2.173 pelanggan. Memasuki hari kerja, volume menurun menjadi 1.418 pelanggan pada Senin (15/6/2026) dan 1.065 pelanggan pada Selasa (16/6/2026).
Selama periode libur panjang, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan rata-rata 33 perjalanan kereta api jarak jauh per hari. Total 86.318 tempat duduk disediakan, atau rata-rata 17.334 tempat duduk per hari, guna memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Luqman menyebutkan ada empat kereta favorit yang melayani pelanggan di Stasiun Cepu, yaitu KA Ambarawa, KA Airlangga, KA Blora Jaya, dan KA Harina. Layanan yang tersedia mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif.
Adapun sejumlah kota tujuan favorit pelanggan pada periode ini antara lain Pasar Senen (Jakarta), Surabaya Pasar Turi, Gambir (Jakarta), Semarang Poncol, dan Semarang Tawang.
Di sisi lain, Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol tetap menjadi simpul mobilitas tersibuk di wilayah Daop 4 Semarang. Stasiun Semarang Tawang mampu melayani 65.902 penumpang, sementara Stasiun Semarang Poncol melayani 45.303 penumpang selama periode yang sama.
“Dominasi Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol mempertegas perannya sebagai pusat konektivitas utama perjalanan kereta api di lintas utara Jawa,” kata Luqman.
KAI berkomitmen menjaga kelancaran operasional serta memastikan pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa libur panjang.