SEMARANG — Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi memastikan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah terjamin kerahasiaannya. Sistem pendataan telah terdigitalisasi dan tersentralisasi sehingga tidak ada kebocoran data.
"Terima petugas, isi data dengan benar, rahasia pasti terjaga," kata Sonny saat peluncuran Sensus Ekonomi 2026 tingkat Jawa Tengah di Semarang, Kamis.
Sebanyak 36.891 petugas akan menyisir setiap sudut Jawa Tengah untuk mendata aktivitas ekonomi. Mulai dari usaha mikro di kampung-kampung hingga perusahaan besar di pusat kota.
Sonny mengakui pendataan dengan metode door-to-door bukan perkara mudah. Ia pun meminta dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah.
"Dukungan pemda sangat penting, karena masuk dari rumah ke rumah tidak mudah," ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik pelaksanaan sensus ini. Ia meminta masyarakat memberikan data yang maksimal kepada petugas BPS.
"Pemda betul-betul dukung, karena hasilnya bisa memetakan perekonomian Jawa Tengah," kata Luthfi.
Menurut data yang ada, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini sudah mencapai 5,89 persen. Gubernur optimistis angka itu bisa terdongkrak lebih tinggi lagi jika data sensus akurat.
"Agar tercapai lompatan ekonomi maka pelaksanaan sensus ekonomi ini harus berhasil dan faktual," tegasnya.
Sonny menjelaskan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan memetakan kondisi masing-masing daerah secara lengkap. Data ini menjadi acuan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan.
Seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah diminta aktif menyosialisasikan sensus ini ke warganya. Tujuannya agar tidak ada satu pun pelaku usaha yang terlewat dari pendataan.