Sebelas Kades Jombang Pilih IKN Gantikan Thailand, Klaim Biaya Patungan Rp 200 Ribu per Orang

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 12:32:31 WIB
Sebelas kepala desa Jombang mengunjungi IKN sebagai destinasi wisata pengganti Thailand dengan biaya mandiri.

JAWA TENGAH — Kepala Desa Banjarsari, Basyaruddin Saleh, mengatakan ide untuk meninjau IKN muncul secara spontan saat rapat internal paguyuban pada Mei lalu. "Awalnya malah maunya ke Thailand. Cuma tiba-tiba spontan penasaran dengan IKN," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Rute Kunjungan: dari Titik Nol hingga Istana Presiden

Rombongan tiba di kawasan IKN pada Selasa (9/6) dan menginap dua malam. Selama kunjungan, para kades menyambangi titik nol IKN, Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga area Istana Presiden.

"Semua tempat kami datangi, paling bagus menurut saya di titik nol," kata Basyaruddin. Ia menambahkan kunjungan ini juga menjadi ajang kenang-kenangan sebelum masa jabatan mereka berakhir. "Masa jadi kades mau selesai belum tahu ibu kota yang baru," sindirnya.

Klaim Biaya Mandiri dari Kas Paguyuban

Basyaruddin menegaskan perjalanan ini murni swadaya dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Biaya ditanggung dari iuran kas paguyuban sebesar Rp 200.000 per orang yang dikumpulkan rutin setiap rapat hari Rabu.

"Itu saja, tidak ada motif lain," katanya menepis tudingan penyalahgunaan wewenang. Ia juga menyebut keinginan membuktikan langsung keindahan IKN menjadi alasan utama rombongan mengubah destinasi dari Thailand ke Kalimantan Timur.

Fenomena 'Wisata IKN' di Kalangan Pejabat Daerah

Kunjungan para kades ini menambah daftar panjang rombongan pejabat daerah yang menjadikan IKN sebagai tujuan wisata. Sejak infrastruktur dasar mulai beroperasi, kawasan ini kerap disambangi oleh kepala desa, camat, hingga bupati dari berbagai provinsi.

Meski IKN belum berstatus sebagai ibu kota negara secara penuh, daya tarik visual bangunan megah seperti Istana Presiden dan kawasan titik nol dinilai cukup kuat untuk menarik minat pengunjung. Pemerintah sendiri belum mengeluarkan aturan khusus terkait kunjungan wisata ke kawasan tersebut.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top