JAWA TENGAH — PT Pindad mengungkap fakta menarik di balik proses produksi Maung MV3 Garuda Limousine yang kini digunakan Presiden Prabowo Subianto. Lewat unggahan di akun Instagram resminya pada Jumat (12/6/2026), BUMN alat pertahanan itu menyebut bahwa kendaraan kepresidenan tersebut awalnya dikembangkan dengan konfigurasi penuh lapis baja alias full armour tanpa lubang atap.
"Namun tiga hari menjelang pelantikan Presiden, terdapat kebutuhan untuk menambahkannya agar Presiden RI dapat menyapa masyarakat secara langsung," tulis Pindad dalam keterangan resminya.
Keputusan mengejar tenggat itu membuat tim Pindad harus memodifikasi desain bodi yang sebelumnya sudah diperkuat material komposit antipeluru. Lubang atap yang kini menjadi sunroof adalah satu-satunya bagian yang tidak dilapisi baja, menjadikannya titik paling rentan dari sisi keamanan.
Meski bobotnya mencapai 2,95 ton, Maung MV3 Garuda Limousine tetap dirancang untuk kenyamanan kepala negara. Dimensinya tercatat panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter.
Pindad mengandalkan mesin bertenaga 199 dk yang dikawinkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Kecepatan puncak sengaja dibatasi hanya 100 km/jam, dinilai cukup untuk iring-iringan kenegaraan.
Dari sisi proteksi, bodi menggunakan composite armor yang mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193. Kaca berstandar antipeluru level B5/B6, sementara ban 21 inci Run Flat Tyre (RFT) memungkinkan mobil tetap melaju meski bocor.
Belum lama ini, Presiden Prabowo juga melontarkan permintaan baru kepada Direktur Utama PT Pindad, Sigit Puji Santosa. Ia ingin dibuatkan mobil kepresidenan khusus yang seluruhnya transparan agar masyarakat bisa melihat dirinya berdiri.
"Ini saya lagi mikir, minta Pindad, mana itu Profesor Sigit? Coba didesain mobil khusus untuk Presiden pakai kaca gitu, yang ada kursi tetapi kelihatan aku berdiri. Boleh dong. Eh, gue ini udah 75 tahun ini," kata Prabowo dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.
Sigit membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima arahan langsung dari Presiden. "Kalau itu iya, kita siapkan terus," ujarnya kepada Antara. Namun, ia masih merahasiakan detail spesifikasi dan jadwal penyelesaian. "Tunggu tanggal mainnya nanti," imbuh Sigit.