SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kondisi cerah berawan yang menyambut pagi diprakirakan tidak bertahan lama.
BMKG mencatat lima kabupaten berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kelima daerah itu adalah Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, dan Pati.
Sementara itu, wilayah seperti Semarang, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Kudus, Demak, Temanggung, Magelang, dan Surakarta diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Adapun Cilacap, Kebumen, Purworejo, Batang, Pemalang, Pekalongan, dan Tegal diprakirakan berawan sepanjang hari.
Khusus untuk Kota Semarang, BMKG mencatat kondisi cuaca pada pukul 05.30 WIB berada dalam keadaan cerah berawan dengan suhu 25,6 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 90 persen. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam.
Pada pagi hingga siang hari, cuaca di ibu kota Jawa Tengah ini diprakirakan masih cerah berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, wilayah Semarang bagian selatan dan timur berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Suhu udara di Kota Semarang diperkirakan berkisar antara 27 hingga 34 derajat Celsius.
Secara umum, angin di Jawa Tengah bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 3 hingga 27 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 55 hingga 95 persen.
BMKG juga mengeluarkan informasi tinggi gelombang laut. Di Perairan Utara Jawa Tengah, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Sementara di Perairan Selatan Jawa Tengah, angkanya lebih tinggi, yakni mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, hujan es, dan sambaran petir. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku transportasi laut diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.