Emas Antam Tembus Rp 2,7 Juta Per Gram, Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Global

Penulis: Oki Setiawan  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:10:31 WIB
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi Rp 2,7 juta per gram di tengah gejolak pasar global.

JAWA TENGAH — Kenaikan harga emas Antam hari ini bukan sekadar fluktuasi harian. Dalam sepekan terakhir, harga emas batangan telah menguat lebih dari 3 persen, mencerminkan perburuan aset safe haven yang intensif di pasar global. Harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam saat membeli kembali emas dari nasabah juga ikut terkerek ke level Rp 2.615.000 per gram.

Faktor Pendorong di Balik Rekor Baru Emas

Tekanan terhadap pasar keuangan global masih menjadi katalis utama. Data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan inflasi inti justru memicu spekulasi bahwa suku bunga acuan The Fed akan tetap tinggi lebih lama. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset riil seperti emas yang dianggap lebih stabil ketimbang saham atau obligasi.

Selain itu, eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah pekan ini ikut memperkuat sentimen beli. Indeks dolar AS yang melemah memberikan ruang bagi harga emas untuk terus merangkak naik di pasar internasional. Harga emas dunia pagi ini tercatat di level USD 2.350 per troy ons, level tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Dampak bagi Investor Ritel dan Kolektor

Bagi investor ritel, momentum ini kerap dimanfaatkan untuk merealisasikan keuntungan. Selisih antara harga jual Antam dan harga buyback yang mencapai hampir Rp 100.000 per gram memberikan potensi cuan jangka pendek. Namun, analis menyarankan investor tidak serta-merta menjual seluruh kepemilikan.

"Kenaikan ini masih didukung fundamental yang kuat. Investor dengan horizon jangka panjang sebaiknya tetap menahan posisi karena potensi apresiasi masih terbuka lebar jika ketidakpastian global berlanjut," ujar analis komoditas dari salah satu sekuritas nasional dalam riset hariannya.

Antam dan Daya Saing Logam Mulia Lokal

PT Aneka Tambang Tbk terus menjaga konsistensi pasokan di tengah lonjakan permintaan. Hingga pertengahan Juni 2026, harga emas Antam telah mencatatkan kenaikan kumulatif lebih dari 15 persen sejak awal tahun. Angka ini mengungguli imbal hasil instrumen investasi konvensional seperti deposito dan obligasi pemerintah.

Dari sisi produksi, Antam diproyeksikan mampu mempertahankan output emas di kisaran 1,5 ton per bulan. Kapasitas ini dinilai cukup untuk memenuhi permintaan domestik yang biasanya meningkat menjelang musim pernikahan dan hari raya keagamaan.

Investasi mengandung risiko. Harga emas dapat bergerak naik dan turun tergantung kondisi pasar.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top