Rusa di Taman Sriwedari Solo Viral Makan Sampah Plastik, Pemkot Siapkan Penataan dan Penangkaran Baru

Penulis: Lukman Hakim  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:23:31 WIB
Rusa di Taman Sriwedari Solo mendapat perhatian khusus setelah viral makan sampah plastik.

SOLO — Peristiwa viral itu menjadi pemicu evaluasi besar-besaran terhadap pengelolaan kawasan wisata ikonik di Kota Solo tersebut. Astrid mengaku banyak masukan dari masyarakat yang mendorong perlunya penataan lebih serius.

“Banyak masukan dari masyarakat terkait kondisi yang ada saat ini, termasuk perlunya penataan yang lebih baik dan pengembangan penangkaran agar rusa tetap berada di area yang nyaman, aman, dan lingkungannya bersih,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Populasi 31 Ekor dan Rencana Penangkaran Tertata

Saat ini, populasi rusa di Taman Sriwedari tercatat sebanyak 31 ekor. Pemkot Solo telah meningkatkan volume pakan harian untuk memastikan kebutuhan nutrisi satwa terpenuhi. Namun, langkah jangka panjang yang disiapkan adalah pengembangan penangkaran yang lebih tertata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, menjelaskan bahwa konsep penangkaran baru akan menyediakan ruang hidup yang lebih aman bagi rusa, tetapi tetap memungkinkan pengunjung berinteraksi. “Akan ada ruang khusus dalam kawasan penangkaran sehingga masyarakat masih bisa memberikan makan, tetapi hewan tidak keluar dari area yang telah ditentukan. Dengan begitu risiko seperti mendekati tempat sampah dapat diminimalkan,” jelasnya.

Dokter Hewan dan Laporan Rutin ke BKSDA

Maretha menegaskan bahwa seluruh rusa di Taman Sriwedari sudah mendapatkan perawatan dan pemantauan kesehatan secara rutin. Pemerintah telah menyiapkan dokter hewan untuk pemeriksaan berkala dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta.

“Kami juga melakukan pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam setiap tiga bulan sekali sebagai bagian dari pengelolaan penangkaran yang telah memperoleh izin sejak November 2025,” kata Maretha.

Sampah dan Fasilitas Jadi Sorotan

Selain pengembangan penangkaran, evaluasi juga menyasar sistem pengelolaan sampah dan fasilitas pendukung di kawasan wisata tersebut. Dalam kunjungannya, Astrid berdialog dengan pedagang pakan rusa, Kelompok Sadar Wisata, dan sejumlah perangkat daerah terkait. Hasilnya, rapat koordinasi langsung digelar untuk menyusun langkah penataan ke depan.

Astrid menilai keberadaan rusa selama ini menjadi salah satu ikon dan daya tarik wisata keluarga di Taman Sriwedari. Karena itu, pengembangan kawasan akan dilakukan tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan satwa serta kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung. “Jadi saya pikir tinggal ditata dengan lebih baik lagi supaya rusa ini tetap di tempat yang nyaman, aman, dan juga lingkungannya bersih,” pungkasnya.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: mettanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top