SUKOHARJO — Lahan bekas Terminal Kartasura yang mangkuk selama bertahun-tahun akan segera berubah wajah. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memulai pembangunan Masjid Kartasura di lokasi tersebut dengan nilai kontrak mencapai Rp 21 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada penghujung tahun 2026.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjelaskan bahwa pendanaan proyek ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU). Anggaran sebesar Rp 21 miliar tersebut sudah termasuk dalam kontrak pembangunan. “Pembangunan Masjid Kartasura didukung melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai kontrak sebesar Rp 21 miliar,” ujar Etik dalam keterangannya.
Terminal Kartasura sebelumnya dikenal sebagai pusat transportasi yang kini sudah tidak berfungsi. Lahan seluas ribuan meter persegi itu sempat menjadi area yang tidak terawat. Pemkab Sukoharjo kemudian memutuskan untuk mengubah fungsi lahan tersebut menjadi fasilitas ibadah yang representatif.
Keberadaan masjid megah ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kawasan Kartasura yang merupakan jalur strategis antara Solo dan Yogyakarta kerap menjadi titik persinggahan. Dengan adanya masjid besar, para pelancong dan warga lokal memiliki tempat ibadah yang layak.
Pembangunan masjid juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Pemkab Sukoharjo belum merinci desain akhir bangunan, namun memastikan kapasitasnya cukup besar untuk menampung jemaah dari berbagai wilayah.
Proyek ini sudah memasuki tahap awal konstruksi. Kontraktor pelaksana ditargetkan menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam waktu kurang lebih dua tahun. Pemkab Sukoharjo akan melakukan pengawasan ketat agar pembangunan sesuai spesifikasi dan anggaran.
Setelah rampung, Masjid Kartasura akan dikelola oleh pemerintah daerah bersama pengurus masjid setempat. Pemeliharaan rutin direncanakan menggunakan dana dari kas daerah maupun sumbangan masyarakat.