JAKARTA — Dadan Hindayana diketahui tengah berada di Arab Saudi untuk mengkaji penerapan program MBG di sejumlah lembaga pendidikan dan sosial setempat. Kunjungan kerja itu berlangsung beberapa pekan sebelum ia resmi dinonaktifkan dari jabatan Kepala BGN. Informasi yang dihimpun menyebut, ia sempat menyusun laporan awal hasil studi banding tersebut.
Perjalanan Dadan ke Arab Saudi merupakan bagian dari persiapan teknis pelaksanaan MBG di Indonesia. Ia bersama tim teknis meninjau sistem distribusi makanan di sekolah-sekolah dan panti asuhan yang dikelola pemerintah setempat. Laporan sementara yang ia susun disebutkan memuat rekomendasi tentang rantai pasok dan standar gizi.
Namun, saat masih berada di luar negeri, kabar pencopotan dirinya mulai beredar di internal kementerian. Dadan langsung dipanggil pulang tanpa sempat menyelesaikan seluruh rangkaian agenda studi banding. Proses pergantian pimpinan BGN pun berlangsung cepat tanpa pengumuman resmi terlebih dahulu.
Keputusan mencopot Dadan Hindayana disebut-sebut berasal dari level tertinggi pemerintahan. Sumber di lingkungan BGN menyatakan bahwa pergantian ini terkait dengan evaluasi kinerja dan arah kebijakan program MBG ke depan. Belum ada pernyataan resmi dari Sekretariat Negara maupun Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dadan sendiri diketahui telah menjabat sebagai Kepala BGN sejak lembaga itu dibentuk pada awal 2025. Dalam masa kepemimpinannya, ia merancang pilot project MBG di lima provinsi dan menjalin kerja sama dengan Badan Pangan Nasional. Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam menekan angka stunting dan malnutrisi.
Pasca pencopotan Dadan, posisi Kepala BGN untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas dari kalangan eselon I. Pemerintah memastikan bahwa program MBG tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tahap uji coba di sejumlah sekolah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dilaporkan masih berlangsung.
Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai bahwa pergantian pimpinan di tengah jalan bisa mengganggu kontinuitas program. Mereka mendorong pemerintah untuk segera mengumumkan alasan resmi pencopotan dan nama pengganti definitif. Publik menunggu kepastian apakah target awal pelaksanaan MBG secara nasional pada 2027 masih bisa tercapai.