WONOGIRI — Angka tersebut menjadi bukti bahwa kesenjangan mutu pendidikan antara sekolah pinggiran dan pusat kota perlahan menyempit. Sebelumnya, nilai sempurna seratus hanya lazim ditemukan di sekolah-sekolah unggulan yang berada di ibukota kabupaten.
Disdikbud Wonogiri mengaitkan fenomena ini dengan sejumlah program intervensi yang digencarkan dalam dua tahun terakhir. Pelatihan guru secara berkala, distribusi modul ajar yang seragam, serta peningkatan akses internet di daerah terpencil disebut menjadi faktor utama.
“Kami tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas pengajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa guru-guru di pelosok mampu mengejar ketertinggalan,” ujar Kepala Disdikbud Wonogiri dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).
Pencapaian nilai 100 untuk dua mata pelajaran inti ini bukan sekadar prestasi individu siswa. Lebih dari itu, Disdikbud menilai data ini merepresentasikan efektivitas sistem pendampingan yang diterapkan di sekolah-sekolah pinggiran.
Puluhan siswa yang meraih skor maksimal tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang selama ini masuk kategori daerah tertinggal secara akses pendidikan. Pihak dinas berjanji akan memperluas program serupa ke jenjang pendidikan lainnya.
Ke depan, Disdikbud Wonogiri berencana melakukan pemetaan lebih detail terhadap sekolah-sekolah yang siswanya belum mencapai hasil optimal. Program bimbingan khusus dan penyetaraan kompetensi guru akan dipercepat.
“Kami akan jadikan data ini sebagai tolok ukur. Target kami bukan hanya nilai, tetapi kemampuan berpikir kritis siswa di daerah pelosok,” tambahnya.
Hingga Sabtu (30/5/2026), Disdikbud Wonogiri mencatat ada puluhan siswa SD dan SMP yang mendapatkan nilai sempurna. Angka pasti masih terus diverifikasi karena laporan dari beberapa sekolah masih berdatangan.
Bagi warga di daerah pelosok, prestasi ini menjadi angin segar. Banyak orang tua yang selama ini pesimis dengan kualitas sekolah di kampung halaman mulai melirik kembali sekolah negeri setempat sebagai pilihan utama, bukan lagi beralih ke kota besar.
Disdikbud memastikan program peningkatan mutu guru dan distribusi modul akan diperluas secara bertahap ke seluruh kecamatan di Wonogiri. Fokus utama tetap pada sekolah-sekolah yang berada di radius jauh dari pusat kota.