KLATEN — Sebanyak 12 kelompok organisasi penghayat kepercayaan dengan 761 anggota aktif tercatat di Kabupaten Klaten. Data tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam forum diskusi yang digelar Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Klaten beberapa waktu lalu.
Pendataan yang dilakukan MLKI Klaten menunjukkan bahwa kelompok penghayat kepercayaan di daerah ini memiliki basis anggota yang tidak sedikit. Angka 761 warga aktif tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Klaten, dengan masing-masing organisasi memiliki jumlah pengikut yang bervariasi.
Forum diskusi internal ini menjadi ajang bagi perwakilan dari 12 organisasi untuk saling bertukar informasi mengenai kondisi riil di lapangan. Mulai dari regenerasi anggota, kegiatan ritual, hingga tantangan sosial yang dihadapi oleh warga penghayat di tengah masyarakat Klaten yang plural.
MLKI Klaten menyebut forum ini diharapkan dapat menstimulus ruang diskusi yang sehat mengenai dinamika perkembangan internal masing-masing organisasi. "Kami ingin ada komunikasi yang terbuka antar sesama penghayat. Dengan saling tahu kondisi, kita bisa saling menguatkan," ujar salah satu pengurus MLKI Klaten dalam kesempatan tersebut.
Diskusi tidak hanya menyoroti jumlah anggota, tetapi juga membahas program kerja ke depan. Beberapa organisasi menyampaikan perlunya pendampingan administrasi dan legalitas, sementara yang lain lebih fokus pada pelestarian tradisi dan regenerasi generasi muda.
Hasil dari forum diskusi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi MLKI Klaten untuk menyusun program pendampingan yang lebih terarah. Salah satu rencana yang mengemuka adalah penguatan kapasitas organisasi melalui pelatihan administrasi dan dokumentasi kegiatan.
MLKI Klaten juga berencana untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Kabupaten Klaten, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar keberadaan dan hak-hak warga penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan dan fasilitasi yang setara. Data 761 anggota aktif ini menjadi modal dasar untuk advokasi kebijakan ke depan.
Dengan adanya forum semacam ini, diharapkan koordinasi antar kelompok penghayat semakin solid. Tidak hanya dalam urusan internal, tetapi juga dalam berkontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Klaten yang dikenal kaya akan tradisi.