JAWA TENGAH — Lima tahun setelah BlackBerry menghentikan produksi ponselnya sendiri, permintaan akan keyboard fisik QWERTY justru melonjak. Bukan karena BlackBerry kembali, melainkan karena hadirnya produsen independen yang merilis perangkat dengan sentuhan klasik tersebut. Dari aksesori plug-in hingga ponsel utuh, berikut opsi yang bisa diincar pengguna di Indonesia.
Diperkenalkan di CES 2026, Clicks Communicator dibanderol USD 499 (sekitar Rp 8,2 juta). Ponsel ini mengusung layar OLED 4,03 inci, prosesor MediaTek Dimensity 8300, dan RAM yang mumpuni untuk multitasking.
Keunggulan utamanya adalah keyboard QWERTY fisik yang juga mendukung input sentuh, plus sistem operasi Android 16 dengan jaminan pembaruan selama lima tahun. Fitur lain mencakup pengisian daya nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan LED kustom di tombol Prompt Key.
Diumumkan di MWC 2026, dua penerus Titan 2 ini sukses mengumpulkan hampir 9.000 pendukung dan dana lebih dari USD 4 juta di Kickstarter. Harga pre-order langsung dari Unihertz adalah USD 490 (Rp 8,1 juta) untuk Titan 2 Elite dan USD 580 (Rp 9,6 juta) untuk Titan 2 Elite Pro.
Kedua model memiliki layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz, dukungan 5G, eSIM, dan slot microSD. Perbedaan utama ada di sektor dapur pacu: varian Pro menggunakan prosesor lebih tinggi dan storage 512 GB, dua kali lipat dari varian standar (256 GB).
Bagi yang menginginkan desain persis BlackBerry Classic, vendor China Zinwa Technologies menghadirkan Zinwa Q25. Ponsel ini merupakan hasil konversi bodi BlackBerry Classic ke sistem Android 13, dibanderol sekitar USD 400 (Rp 6,6 juta). Sayangnya, ketersediaan di pasar global masih terbatas.
Dengan harga USD 449,99 (Rp 7,4 juta), Minimal Phone menawarkan pendekatan berbeda. Ponsel ini menggunakan layar e-paper hitam-putih dan menjalankan Android 14 dasar dengan dukungan penuh Google Play. Konsepnya jelas: pengguna yang ingin mengurangi konsumsi konten visual bisa beralih ke perangkat ini sebagai ponsel sekunder khusus komunikasi (SMS, email, produktivitas).
Tak ingin ganti ponsel? Clicks juga menjual aksesori keyboard fisik yang bisa dipasang di beberapa model iPhone dan Android tertentu. Solusi ini cocok bagi pengguna yang tetap ingin mempertahankan ponsel utama mereka namun sesekali butuh keyboard fisik untuk mengetik panjang atau menghindari bug keyboard virtual—seperti masalah keyboard iOS yang sempat dikeluhkan beberapa pengguna.
Fenomena ini tidak bisa diremehkan sebagai sekadar tren nostalgia. Pengguna yang banyak mengetik—seperti jurnalis, pebisnis, atau content creator—merasakan keuntungan nyata: keyboard fisik tidak mengalami bug ghost touch atau prediksi teks yang kacau seperti yang kerap terjadi di keyboard virtual. Selain itu, di tengah pasar ponsel yang seragam (layar penuh, bezel tipis), kehadiran keyboard QWERTY memberikan identitas visual yang kuat.
Fakta menarik: kampanye Kickstarter untuk Titan 2 dan penerusnya berhasil mengumpulkan lebih dari USD 6 juta total dari ribuan pendukung. Ini membuktikan bahwa segmen pengguna yang menginginkan perangkat produktif dengan keyboard fisik masih sangat hidup.
Untuk pengguna di Indonesia, opsi yang paling mudah diakses saat ini adalah aksesori Clicks Keyboard (tersedia di toko online internasional) dan pemesanan langsung Unihertz via situs resmi atau platform crowdfunding. Harga belum termasuk bea masuk dan pajak impor.