Pedagang Sapi di Pati Laris Manis Kirim Ratusan Ekor ke Jabodetabek Jelang Iduladha, Raup Berkah Kenaikan Harga Rp 4 Juta

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 25 Mei 2026 | 11:53:39 WIB
Pedagang sapi di Pati mengirim ratusan ekor sapi ke Jabodetabek menjelang Iduladha.

PATI — Geliat ekonomi jelang Iduladha tahun ini terasa nyata di kandang-kandang sapi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, para pedagang mulai mengirimkan ratusan ekor sapi ke berbagai daerah di Pulau Jawa, dengan permintaan tertinggi datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Salah satu pedagang yang merasakan berkah musim kurban adalah Halim. Dalam sepekan terakhir, ia mengaku omzet penjualannya melesat drastis dibandingkan hari biasa. "Sejak Besar (Zulhijah) rata-rata sehari kisaran sembilan sampai 10 ekor terjual. Jika ditotal sejak 1 Zulhijah sampai mendekati Idulkurban sapi yang saya jual sudah laku 125 ekor," ujarnya.

Dari Pati ke Jabodetabek: Sapi Kurban Melintasi Pasar Elite

Halim tidak hanya melayani pembeli lokal. Sebagian besar pasokan sapinya justru dikirim ke luar daerah. "Saya jual terbanyak di Jabodetabek, Purwakarta, Cikarang, dan sekitarnya. Kalau lokalan Pati hanya untuk masjid-masjid tertentu saja," terangnya.

Menurut Halim, permintaan dari luar daerah ini tidak terlepas dari karakteristik konsumen yang berbeda. Di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sapi berukuran sedang menjadi primadona. Sementara di Tangerang yang dikenal sebagai kawasan elite, sapi besar justru lebih laris. "Yang saya jual beda-beda permintaan, kalau di sekitar kandang saya di Menteng kebanyakan sapi sedang laris, di Tangerang karena kawasan elite, kebanyakan yang laris sapi besar," pungkasnya.

Harga Sapi Naik Rp 3-4 Juta per Ekor, Stok Tersisa 50 Ekor

Kenaikan harga sapi kurban tahun ini cukup signifikan. Halim menyebut, harga jual sapinya merangkak naik sejak awal Zulhijah. "Lonjakan harga cukup tinggi dibandingkan hari biasa, sejak Zulhijah merangkak naik. Karena masyarakat banyak yang beli sapi untuk mengisi kandang yang nantinya dijual momen Iduladha," jelasnya.

Kenaikan harga per ekor bervariasi tergantung ukuran, berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Kondisi ini membuat stok sapi di kandang Halim kini hanya tersisa 50 ekor. Padahal, pada hari biasa, ia hanya mampu menjual dua hingga tiga ekor sapi per hari untuk kebutuhan konsumsi daging harian.

Fenomena ini menunjukkan bahwa momentum Iduladha tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga roda penggerak ekonomi bagi peternak dan pedagang sapi di daerah. Dengan pengiriman lintas provinsi yang masif, Pati kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra sapi kurban yang menyuplai kebutuhan masyarakat di kota-kota besar.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top