PATI — Pasar hewan di Kabupaten Pati mulai bergeliat jelang Iduladha 2026. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Andi Hirawadi, mengonfirmasi bahwa harga sapi mengalami kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir.
“Harga sapi bagus ada peningkatan, mulai menggeliat. Kenaikannya Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor,” ujarnya.
Kenaikan harga sapi ini terjadi setelah sebelumnya permintaan sempat lesu akibat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merebak. Kini, pembeli mulai kembali ramai memenuhi kandang penampungan dan pasar hewan.
Berbeda dengan sapi, harga kambing justru menunjukkan tren sebaliknya. Andi menjelaskan, kambing saat ini bisa didapat dengan harga Rp 3 juta per ekor, lebih murah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 3,5 juta.
“Kambing malah turun dibanding tahun lalu. Kalau dulu Rp 3,5 juta, sekarang Rp 3 juta sudah dapat. Tapi dibanding hari biasanya memang naik sedikit,” tambahnya.
Dispertan Pati memastikan kondisi hewan ternak yang akan dijual sebagai hewan kurban dalam keadaan sehat. Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan di kandang penampungan dan pasar hewan, terutama di Pasar Jaken yang menjadi pusat transaksi utama.
“Pada Selasa (19/5/2026) kami sudah melakukan beberapa pemeriksaan dan tidak ditemukan kasus. Dipastikan ternak yang dijual di pasar, baik sapi, kambing, maupun domba, semuanya sehat,” tegas Andi.
Untuk mencegah penyebaran PMK, Dispertan terus menjalankan program vaksinasi secara berkala. Pengawasan juga diperketat terhadap hewan yang masuk dari luar daerah, khususnya dari Jawa Timur yang menjadi pemasok utama ternak ke Pati.
“Hewan yang masuk dari Jawa Timur selalu dipantau. Ada petugas yang berjaga setiap hari pasaran di Pasar Jaken, rutin dari dokter,” pungkasnya.