Asus Vivobook 14SE dan 16SE Meluncur dengan Prosesor Intel Wildcat Lake, Harga Mulai Rp 11 Jutaan

Penulis: Oki Setiawan  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07:01 WIB
Asus Vivobook 16SE hadir dengan layar 16 inci beresolusi tinggi dan refresh rate 144Hz.

JAWA TENGAH — Asus mulai menekan pasar laptop murah dengan membawa arsitektur prosesor terbaru Intel ke kelas mainstream. Dua model terbaru, Vivobook 14SE dan Vivobook 16SE, resmi meluncur di China dengan mengusung chip Intel Core 5 320 yang berbasis arsitektur Wildcat Lake. Langkah ini memberi Asus keunggulan waktu dibanding kompetitor yang masih mengandalkan generasi prosesor sebelumnya di rentang harga yang sama.

Dua Varian, Satu Target: Layar Lebih Besar dengan Harga Agresif

Vivobook 16SE menjadi model yang paling menarik perhatian. Varian dasarnya dibanderol CNY 4.599 (sekitar Rp 11,3 juta), sementara versi dengan layar lebih baik dijual CNY 4.999 (sekitar Rp 12,3 juta). Untuk harga tersebut, pembeli mendapatkan panel IPS 16 inci beresolusi 2560 x 1600 piksel, refresh rate 144Hz, dukungan variable refresh rate (VRR), dan kecerahan puncak 400 nit.

Perpaduan resolusi tinggi dan refresh rate 144Hz membuat tampilan lebih mulus saat scrolling atau bermain game ringan. Ini menjadi nilai jual yang sulit ditandingi oleh laptop sekelas MacBook Neo dari Apple yang belum memiliki layar dengan spesifikasi serupa di rentang harga yang sama.

Spesifikasi Utama Asus Vivobook 14SE dan 16SE

  • Prosesor: Intel Core 5 320 (arsitektur Wildcat Lake)
  • RAM: 16GB
  • Penyimpanan: 512GB PCIe 4.0 SSD
  • Layar (opsional): 16 inci, 2560 x 1600, 144Hz, 400 nit, VRR
  • Port: 2x USB-C 3.2 (dengan Power Delivery), 2x USB-A, HDMI 2.1, headphone jack

Dari sisi port, Asus masih menyediakan dua konektor USB-A dan HDMI 2.1. Pengguna tidak perlu repot membawa dongle tambahan, berbeda dengan pendekatan minimalis Apple yang hanya menyediakan port USB-C di lini MacBook Neo.

Prosesor Wildcat Lake: Chip Baru untuk Laptop Murah

Intel Core 5 320 yang digunakan di kedua Vivobook ini merupakan bagian dari keluarga Wildcat Lake, arsitektur yang dirancang khusus untuk laptop entry-level hingga mainstream. Dengan membawa chip ini lebih awal ke konsumen, Asus memberikan cerita prosesor yang lebih segar tanpa harus menaikkan harga ke level premium.

Kombinasi RAM 16GB dan SSD 512GB sudah cukup untuk kebutuhan multitasking harian dan penyimpanan dokumen. Spesifikasi ini menjadi standar yang kompetitif di kelas harga Rp 11–12 jutaan.

Kapan Tersedia di Pasar Global?

Saat ini, Asus baru memasarkan Vivobook 14SE dan 16SE di China. Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan di pasar global, termasuk Indonesia. Yang perlu diperhatikan adalah apakah Asus akan mempertahankan harga agresif yang sama saat menjualnya di luar China.

Jika harga internasional tidak melonjak jauh, laptop ini bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari laptop Windows dengan layar besar dan refresh rate tinggi. Apple memang masih unggul dari sisi ekosistem dan efisiensi baterai macOS, tetapi Asus mulai membuat perbandingan di segmen entry-level menjadi tidak nyaman bagi kompetitornya.

Kesimpulan: Untuk Siapa Laptop Ini?

Vivobook 16SE paling cocok untuk pengguna yang prioritas utamanya adalah layar besar dengan kualitas gambar mulus—baik untuk menonton film, bekerja dengan spreadsheet, atau sekadar browsing. Dengan harga yang kompetitif dan port yang lengkap, laptop ini menjadi alternatif solid bagi mereka yang tidak terikat dengan ekosistem Apple. Langkah selanjutnya tinggal menunggu kepastian harga global dan ketersediaan di Indonesia.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: digitaltrends.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top