BOYOLALI — Sebuah desa di kaki Gunung Merapi dan Merbabu membuktikan bahwa tradisi bisa berjalan beriringan dengan roda ekonomi. Perajin di Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, berhasil menembus pasar ekspor melalui kerajinan kuluk manten, penutup kepala khas pengantin pria adat Jawa.
Kerajinan ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah dikirim ke Belanda dan Prancis. Para perajin mengaku pesanan dari luar negeri datang secara berkala, terutama dari komunitas pecinta budaya Jawa di Eropa.
Satu hal yang membuat kerajinan ini mudah diakses adalah banderol harganya yang variatif. Nominal yang dibanderol sangat kompetitif, mulai dari Rp15 ribu untuk jenis paling ekonomis hingga Rp100 ribu per buah untuk grade tertinggi yang sesuai standar keraton.
Perbedaan harga ini ditentukan oleh tingkat kerumitan sulaman, jenis kain, serta detail ornamen yang digunakan. Untuk kelas premium, proses pembuatan bisa memakan waktu hingga dua hari per buah.
Bagi para perajin di Sambon, membuat kuluk manten bukan sekadar pekerjaan. Aktivitas ini adalah bentuk nguri-uri budaya — melestarikan warisan leluhur — sambil mencari penghasilan tambahan di sela-sela aktivitas bertani.
Seorang perajin di desa tersebut mengatakan bahwa permintaan justru meningkat saat musim pernikahan tiba. “Biasanya ramai menjelang bulan Syawal dan musim liburan. Banyak yang pesan untuk pernikahan adat,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa produk budaya lokal memiliki daya saing di pasar global. Pemerintah Kabupaten Boyolali pun mulai melirik potensi ekonomi kreatif dari kerajinan tradisional semacam ini.
Dengan harga yang relatif terjangkau dan nilai budaya yang tinggi, kuluk manten dari Desa Sambon diharapkan bisa menjadi ikon baru kerajinan khas Boyolali. Apalagi, kualitas grade tertinggi yang sesuai standar keraton menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang menginginkan keaslian.
Ke depan, para perajin berharap ada pendampingan pemasaran digital agar jangkauan pasar tidak hanya terbatas pada pesanan dari luar negeri, tetapi juga merambah kota-kota besar di Indonesia.