SUKOHARJO — Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Sumarno mengungkapkan, pergeseran preferensi warga terjadi secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. “Pasar sapi kurban sepi peminat, sementara permintaan kambing dan domba justru meningkat,” ujarnya, Senin (10/6).
Penurunan harga sapi kurban disebut berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Sumarno menjelaskan, harga sapi yang relatif lebih tinggi membuat banyak warga mengalihkan pilihan ke kambing atau domba yang harganya lebih terjangkau.
“Harga sapi memang masih di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 25 juta per ekor. Sementara kambing bisa didapatkan mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta. Ini soal kemampuan beli,” kata Sumarno.
Di sisi lain, pasokan sapi dari peternak ke pasar hewan Sukoharjo justru melimpah menjelang Idul Adha. Kondisi ini semakin menekan harga jual di tingkat pedagang. Beberapa peternak terpaksa menjual sapi di bawah harga pokok produksi.
Sumarno menambahkan, pihaknya terus memantau dinamika harga di lapangan. Ia berharap tren ini tidak berlarut-larut hingga merugikan peternak kecil. “Kami koordinasikan dengan peternak dan pedagang agar harga tidak anjlok terlalu dalam,” ujarnya.
Data sementara dari Diskopumdag Sukoharjo menunjukkan, permintaan kambing dan domba naik sekitar 30 persen dibanding tahun lalu. Sejumlah pedagang di Pasar Hewan Sukoharjo mengaku stok kambing dan domba mulai menipis sejak akhir pekan lalu.
“Pembeli lebih banyak cari kambing. Yang biasanya beli sapi, tahun ini beralih ke kambing,” ujar salah seorang pedagang. Pemerintah daerah belum merilis angka pasti total hewan kurban yang masuk ke Sukoharjo tahun ini.