Milomir Seslija, pelatih kepala Persis Solo, mengakui peluang timnya bertahan di Liga 1 2025/2026 belum tertutup. Namun, juru taktik asal Bosnia itu menegaskan nasib Laskar Sambernyawa kini tak lagi sepenuhnya di kendali sendiri.
Milo, panggilan akrabnya, mengakui Persis Solo kini harus bergantung pada hasil pertandingan tim-tim pesaing di papan bawah klasemen. Ia tak menampik kendali atas kelangsungan hidup tim di Liga 1 sudah lepas dari tangan pemain dan staf pelatih.
“Peluang belum tertutup. Tapi kami sadar, nasib kami tidak lagi sepenuhnya di tangan sendiri,” ujar Milo.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan besar yang dihadapi skuad Laskar Sambernyawa dalam beberapa pekan terakhir. Hasil kurang memuaskan membuat posisi mereka di papan klasemen semakin kritis menjelang akhir musim.
Meski demikian, Milo memastikan timnya akan tetap berjuang maksimal di sisa pertandingan. Ia tak ingin para pemain kehilangan fokus hanya karena harus menunggu hasil dari tim lain.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menekankan pentingnya menjaga mentalitas juang sampai peluit panjang berbunyi. Baginya, sepak bola masih menyediakan ruang untuk kejutan selama pertandingan belum berakhir.
“Kami akan melakukan tugas kami. Sisanya, kita lihat apa yang terjadi,” tegasnya.
Persis Solo masih memiliki beberapa laga krusial yang akan menentukan masa depan mereka di kompetisi musim depan. Dukungan penuh dari suporter setia, Pasoepati, diharapkan menjadi suntikan moral tambahan bagi para pemain di tengah situasi sulit ini.