Pencarian

Jalan Rusak 12 Km di Pati Dijanjikan Sejak Bupati Sebelumnya, Warga Tompegunung Akhirnya Geruduk Kantor Bupati

Rabu, 17 Juni 2026 • 20:33:02 WIB
Jalan Rusak 12 Km di Pati Dijanjikan Sejak Bupati Sebelumnya, Warga Tompegunung Akhirnya Geruduk Kantor Bupati
Warga Tompegunung melakukan aksi damai di kantor Bupati Pati menuntut perbaikan jalan rusak.

PATI — Ratusan kepala keluarga di Desa Tompegunung, Sukolilo, sudah bertahun-tahun harus merogoh kocek lebih dalam untuk ongkos kendaraan akibat jalan rusak parah. Akses utama menuju Kecamatan Kayen itu hanya bisa dilewati dengan kecepatan 10 kilometer per jam saat musim hujan. Pekan lalu, seorang warga bahkan jatuh dari motor karena terperosok di lubang sedalam 30 sentimeter.

"Kami sudah sabar sejak 2024. Janji Pak Sudewo dulu tinggal janji. Sekarang kami minta Plt Bupati Chandra turun langsung lihat," kata Sumarlan, perwakilan warga, saat aksi di kantor bupati, Rabu (17/6/2026).

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu dihadiri puluhan warga dari tiga dusun di Tompegunung. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Jalan Rusak, Nasib Kami Terancam". Tak ada bentrokan, namun ketegangan sempat terasa saat massa meminta bertemu langsung dengan Plt Bupati.

Janji Bupati Lama Gagal, Anggaran Minim Jadi Kendala

Sumarlan mengungkapkan bahwa Bupati Nonaktif Sudewo pernah menjanjikan perbaikan jalan tersebut pada 2024 lalu. Namun, proyek batal karena Sudewo tersandung kasus hukum dan Plt Bupati Chandra tidak mencairkan anggaran properti perbaikan.

"Katanya ada masalah internal. Yang jelas, kami tidak tahu menahu soal politik. Yang kami tahu jalan ini makin hancur," ujar Sumarlan.

Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto mengakui bahwa saat ini tidak ada anggaran khusus untuk perbaikan jalan tersebut. Ia berkomitmen membawa usulan ini ke rapat Badan Anggaran (Banggar) saat pembahasan perubahan APBD 2026.

"Nanti kami bawa ke rapat Banggar saat membahas perubahan anggaran. Asal ada laporan kami laksanakan," ungkap Joni kepada wartawan usai menemui massa.

Plt Bupati Belum Beri Pernyataan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi warga Tompegunung. Staf protokol setempat hanya menyatakan bahwa aspirasi warga sudah diterima dan akan dipelajari.

Warga berharap Plt Bupati tidak mengulang pola yang sama seperti pendahulunya. "Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh aspal dan rabat beton," tegas Sumarlan.

Jalan Tompegunung-Kayen merupakan jalur alternatif yang memotong waktu tempuh hingga 40 menit dibandingkan jalur utama via Sukolilo. Setiap hari, sekitar 200 kendaraan—mulai dari angkutan desa, motor, hingga truk hasil pertanian—melintas di jalan tersebut. Jika rusak dibiarkan, distribusi hasil bumi seperti jagung dan singkong dari Tompegunung terhambat. Harga jual di tingkat petani pun terancam turun karena ongkos angkut membengkak.

Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks