PEKALONGAN — Preservasi jalan nasional di jalur Pantura ruas Batang-Pekalongan-Pemalang memasuki tahap percepatan. Cuaca kering dipakai untuk menjaga siklus pengiriman material dan memangkas potensi gangguan di lapangan.
Dua paket pekerjaan berjalan paralel: Paket Preservasi Jalan Pekalongan-Batang-Plelen dan Paket Preservasi Jalan Pemalang-Pekalongan. Keduanya memakai skema multiyears contract (MYC) sehingga tidak diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
Pada Paket Pekalongan-Batang-Plelen, total panjang penanganan mencapai 17 kilometer. Sisi kanan atau arah Semarang sudah tergarap 5,63 kilometer, sedangkan sisi kiri atau arah Jakarta mencapai 5,22 kilometer.
Paket Pemalang-Pekalongan memiliki total penanganan 9,71 kilometer. Sisi kanan atau arah Semarang sudah mencapai 5,26 kilometer, sementara sisi kiri atau arah Jakarta baru 2,84 kilometer.
Jika dijumlahkan, total ruas yang masuk lingkup pekerjaan kedua paket sekitar 26,71 kilometer.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Jawa Tengah BBPJN Jawa Tengah-DIY, Ridwan Umbara, menyebut cuaca kering memberi keuntungan dari sisi manajemen pelaksanaan.
"Dari sisi manajemen proyek pada musim kemarau, kelancaran mobilitas truk mixer minim kendala, sehingga siklus pengiriman material juga lebih terjaga. Waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan menjadi lebih efektif dikarenakan potensi gangguan faktor cuaca minim," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurutnya, minimnya hujan membuat mobilitas truk pengangkut material tidak tersendat. Siklus pengecoran pun lebih terjaga dibanding periode hujan.
Ridwan menjelaskan, kedua paket tidak dikerjakan dalam satu tahun anggaran karena memakai skema MYC. Pola kontrak itu memungkinkan pekerjaan dilakukan bertahap sesuai lingkup dan tahapan yang ditetapkan dalam kontrak.
"Masih berlanjut sampai 2027," ujar Ridwan ketika menjelaskan keberlanjutan pekerjaan preservasi tersebut.
Sebelumnya, Paket Preservasi Jalan Pemalang-Pekalongan disebut memiliki nilai kontrak Rp174.783.835.800. Paket tersebut menggunakan pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan termasuk dalam pekerjaan preservasi jalan nasional 2025-2027.
Jalur Pantura merupakan arteri utama angkutan barang dan penumpang di pesisir utara Jawa. Perbaikan bertahap di ruas Batang-Pekalongan-Pemalang menyasar titik-titik yang mengalami penurunan kualitas permukaan.
Dengan skema MYC, penanganan tidak menunggu satu periode anggaran selesai. Pekerjaan dilanjutkan lintas tahun hingga seluruh lingkup kontrak tuntas pada 2027.