Cina Siapkan Stimulus Tambahan, Pemerintah Daerah Boleh Pakai Sisa Kuota Obligasi

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 30 September 2026 | 09:36:02 WIB
Pemerintah Cina menyiapkan kebijakan tambahan untuk menopang ekonomi yang melambat.

JAWA TENGAH — Pemerintah Cina menyiapkan rangkaian kebijakan tambahan untuk menopang ekonomi yang melambat, dengan mengizinkan pemerintah daerah memakai sisa kuota penerbitan obligasi tahun-tahun sebelumnya. Dewan Negara juga berencana menaikkan batas fasilitas penyaluran kembali pinjaman bank sentral guna mendorong kredit ke sektor teknologi, pertanian, dan usaha kecil. Langkah ini diambil setelah konsumsi melambat mendekati nol dan keyakinan dunia usaha masih lesu.

Rencana tersebut disampaikan usai rapat yang dipimpin Perdana Menteri Li Qiang. Dalam pernyataan resminya, Dewan Negara menyebut munculnya "permasalahan baru" dalam perekonomian sehingga membutuhkan kebijakan baru untuk melawan siklus. Pemerintah berjanji mempercepat pelaksanaan kebijakan yang sudah ada sembari menyiapkan langkah tambahan yang praktis dan efektif.

Relending Bank Sentral dan Obligasi Daerah Jadi Instrumen Utama

Dua instrumen yang paling konkret dari pernyataan tersebut adalah perluasan kuota relending bank sentral dan pemanfaatan sisa kuota obligasi pemerintah daerah. Pemerintah juga akan mempercepat penerbitan obligasi serta mendorong dimulainya lebih awal pembangunan proyek besar yang dikenal sebagai Six Networks.

Selain itu, otoritas akan mempercepat persetujuan inisiatif investasi dan meluncurkan program pinjaman berbunga lebih rendah untuk memacu investasi dan konsumsi. Para pembuat kebijakan juga berjanji menyesuaikan instrumen moneter secara tepat, meski tanpa merinci bentuk penyesuaiannya.

Pasar Properti Masih Jadi Titik Lemah

Pemerintah menyatakan akan mengkaji langkah baru untuk menstabilkan pasar properti, mendorong penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Namun sinyal yang muncul menunjukkan stimulus kali ini tidak akan sebesar paket dua tahun lalu yang digelontorkan untuk memulihkan sentimen pasar.

Kepala Ekonom untuk Greater China di ING Bank NV, Lynn Song, menilai pernyataan tersebut mengisyaratkan kemungkinan peluncuran dukungan kebijakan lebih banyak dalam beberapa minggu mendatang. Dukungan itu diarahkan untuk menopang target pertumbuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

"Hal ini mengisyaratkan kemungkinan adanya peluncuran lebih banyak dukungan kebijakan dalam beberapa minggu mendatang guna menopang target pertumbuhan jangka pendek maupun jangka panjang," ujar Lynn Song.

Kepala Ekonom untuk Tiongkok di BNP Paribas SA, Jacqueline Rong, menilai cakupan program pinjaman berbunga rendah yang diperluas hingga mencakup subsidi bunga hipotek akan menjadi dukungan paling realistis bagi sektor perumahan. Sebaliknya, langkah lebih tegas seperti peremajaan kawasan perkotaan berskala besar atau pemangkasan signifikan suku bunga hipotek dinilai kecil kemungkinannya dilakukan.

Target Pertumbuhan dan Kesenjangan Fundamental

Rong menyebut tujuan langkah-langkah tersebut adalah menjembatani kesenjangan antara pertumbuhan berdasarkan fundamental ekonomi saat ini dan target sekitar 4,5%. Menurut dia, kesenjangan itu sendiri kemungkinan tidak terlalu lebar sehingga stimulus yang dibutuhkan tidak perlu berskala besar.

"Tujuan dari langkah-langkah tersebut adalah untuk menjembatani kesenjangan antara pertumbuhan berdasarkan fundamental ekonomi saat ini dan target sebesar 4,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa stimulus yang diperlukan tidak perlu berskala besar, mengingat kesenjangan itu sendiri kemungkinan tidak terlalu lebar," ujar Jacqueline Rong.

Belanja Modal Tertekan, Stimulus Diprediksi Terarah

Pertumbuhan konsumsi Cina kembali meleset dari perkiraan bulan lalu dan melambat hingga mendekati nol. Keyakinan dunia usaha juga masih lesu. Pelaku industri manufaktur, pengembang properti, dan perusahaan konstruksi infrastruktur semakin gencar memangkas belanja modal seiring menurunnya belanja pemerintah.

Di tengah kekhawatiran soal utang pemerintah daerah dan memudarnya dampak subsidi konsumen, otoritas sejauh ini menahan diri dari stimulus berskala besar. Fokus kebijakan justru diarahkan ke masalah sisi penawaran, termasuk mengatasi kelebihan kapasitas industri dan persaingan harga ketat yang menggerus margin keuntungan.

Kepala Ekonom di China Citic Bank International Ltd, Allen Ding, memperkirakan langkah stimulus yang akan keluar bersifat spesifik dan terarah, bukan menyeluruh. Pemerintah juga berjanji mendorong wilayah yang memenuhi syarat untuk menguji inisiatif kebijakan baru.

"Langkah-langkah stimulus kemungkinan besar akan bersifat spesifik (terarah) dan bukan menyeluruh," ujar Allen Ding.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top