Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Dakwaan, Gelar Premier League Terancam Dicabut

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Jumat, 25 September 2026 | 22:03:32 WIB
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan pelanggaran keuangan Premier League.

JAWA TENGAH — Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran keuangan Premier League dalam putusan yang baru diungkap sumber internal klub. Sanksi belum diputuskan, tetapi opsi pencabutan gelar hingga pengusiran dari kompetisi masih terbuka dan berpotensi mengubah peta sejarah sepak bola Inggris.

Putusan itu mencakup pelanggaran yang terjadi antara 2009 dan 2018, periode ketika Manchester City meraih tiga gelar Premier League. Klub disebut tidak memberikan informasi akurat soal kondisi finansial, termasuk rincian pembayaran kepada pemain dan pelatih.

Menurut laporan The Athletic, hukuman belum ditetapkan dan semua kemungkinan masih dipertimbangkan. Rentang sanksi bergerak dari teguran dan denda, pengurangan poin, hingga pengusiran dari Premier League.

Gelar yang Terancam Dicabut dan Peta Juara Pengganti

Jika pengurangan poin diterapkan secara retrospektif, Manchester City berisiko kehilangan sejumlah trofi liga. Tiga gelar pada rentang 2011/12, 2013/14, dan 2017/18 berada di pusat sorotan karena diraih pada periode pelanggaran.

Pada 2011/12, Manchester United finis sebagai runner-up dan Sir Alex Ferguson berpeluang menutup kariernya dengan gelar liga beruntun. Musim 2013/14 membuka jalan bagi Liverpool meraih titel enam tahun lebih cepat dari 2020, sementara 2017/18 berpotensi menjadi milik skuad Jose Mourinho yang mengumpulkan 81 poin.

Dampaknya tidak berhenti di liga. Piala domestik periode itu juga masuk pembahasan, termasuk trofi Piala FA 2011 milik Stoke City, Piala Liga 2014 milik Sunderland, Piala Liga 2016 bersama Juergen Klopp, dan Piala Liga 2018 pada musim perpisahan Arsene Wenger.

Manchester City Bisa Turun dari Delapan ke Lima Gelar Liga

Saat ini Manchester City memegang gelar Premier League terbanyak kedua dalam sejarah kompetisi dengan delapan trofi. Bila sanksi pencabutan dijatuhkan, jumlah itu turun menjadi lima dan Chelsea akan menyamai koleksi mereka.

Klub yang diakuisisi Sheikh Mansour melalui Abu Dhabi United Group pada 2008 itu juga mencatat empat gelar beruntun pada 2020 hingga 2024, pencapaian yang belum pernah terjadi di era Premier League.

Respons Manchester City dan Sikap Klub Selama Ini

Juru bicara Manchester City menyatakan proses Premier League masih berjalan dan elemen penting belum tuntas. Klub menegaskan posisinya tetap konsisten dengan pernyataan resmi pada Februari 2023.

"The Premier League process remains ongoing, with significant elements to be completed, and subject to strict confidentiality," ujar juru bicara klub.

Manchester City juga menyebut telah menghormati proses hukum selama delapan tahun dengan asumsi dewan dan eksekutif Premier League bertindak independen, imparsial, serta bebas dari pengaruh partisan.

Klub sejak awal membantah seluruh tuduhan, termasuk pelanggaran aturan financial fair play (FFP) serta profitability and sustainability rules (PSR). Manchester City diperkirakan mengajukan banding atas putusan ini.

Kabar putusan ini beredar lewat sumber-sumber anonim di internal klub yang belum mendapat izin berbicara terbuka. Sejumlah pihak menanti kepastian bentuk sanksi sebelum menyimpulkan dampaknya bagi kompetisi musim depan.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top