Rupiah Menguat ke Rp17.577 per Dolar AS, Analis Prediksi Masih Berpotensi Melemah

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 09 September 2026 | 09:19:31 WIB
Petugas penukaran valuta asing menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

JAWA TENGAH — Berdasarkan data Bloomberg, Rabu, 9 September 2026, rupiah menguat 0,31 persen dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.632 per dolar AS. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp17.613 per USD, menguat dari pembukaan sebelumnya di Rp17.631 per USD.

Dua Sentimen Eksternal Bayangi Pergerakan Rupiah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rentang pergerakannya diperkirakan berada di level Rp17.630 per USD hingga Rp17.670 per USD.

Tekanan terhadap nilai tukar datang dari eskalasi geopolitik Timur Tengah. Para pejabat Iran memperingatkan infrastruktur minyak dan gas di seluruh wilayah Teluk berpotensi menjadi sasaran balasan atas serangan terhadap aset-asetnya.

Dari sisi lain, pelaku pasar tengah menantikan data inflasi AS. Indeks Harga Produsen (PPI) dijadwalkan rilis Kamis, disusul Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Angka inflasi yang lebih tinggi akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Mencapai 60 Persen

"Pasar terus memperhitungkan peluang sekitar 60 persen bagi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan, yang mencerminkan dampak dari laporan nonfarm payrolls AS yang kuat pada pekan lalu," ujar Ibrahim.

Kebijakan moneter AS yang lebih ketat biasanya mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga memberi tekanan tambahan pada rupiah.

Cadangan Devisa Naik Jadi Penopang di Tengah Ketidakpastian

Dari dalam negeri, posisi cadangan devisa menjadi faktor yang menahan pelemahan lebih dalam. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Angka tersebut naik dibandingkan posisi akhir Juli 2026 yang sebesar USD145,3 miliar. Peningkatan ini memberikan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak global.

Dengan kombinasi sentimen eksternal yang menekan dan fundamental domestik yang relatif solid, pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan didominasi aksi wait and see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top