Pengamat nilai diplomasi Prabowo angkat wibawa Indonesia di mata dunia

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Jumat, 04 September 2026 | 08:53:31 WIB
Peneliti Indikator Politik Indonesia menilai diplomasi Presiden Prabowo Subianto mengangkat eksistensi Indonesia di mata dunia.
Indonesia di panggung global. Kehadirannya sebagai tamu kehormatan di Forum Ekonomi Timur (EEF) Rusia disebut membuka mata dunia terhadap eksistensi dan kepentingan nasional Indonesia. ISI:

JAWA TENGAHJakarta (ANTARA) - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai langkah diplomasi luar negeri Presiden Prabowo Subianto berhasil mengangkat eksistensi Indonesia di mata dunia. Kehadiran Kepala Negara di panggung internasional disebut semakin memperkokoh posisi tawar bangsa.

“Suka tidak suka, harus diakui di era Presiden Prabowo Subianto saat ini Indonesia jauh lebih aktif berkiprah di kancah pergaulan internasional, sehingga membuat Indonesia kian disegani dan dihormati negara-negara lain,” kata Bawono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia merujuk kehadiran Prabowo dalam acara Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9). Presiden hadir sebagai tamu kehormatan atas undangan langsung Presiden Rusia Vladimir Putin.

Momentum strategis perjuangan kepentingan nasional

Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September itu mengangkat tema "The Far East: Development for the Benefit of the People". Ajang ini menjadi titik temu para pemimpin bisnis, pejabat pemerintahan, dan ahli dari Rusia serta berbagai negara.

Bawono menegaskan, keaktifan Indonesia di kancah global bukan sekadar unjuk eksistensi. Lebih dari itu, ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan nasional secara langsung di panggung dunia.

Menurut dia, Presiden Prabowo selalu membawa misi konkret dalam setiap agenda kunjungan kenegaraan. Langkah ini dinilai sebagai strategi diplomasi yang tidak hanya simbolis, tetapi juga berdampak pada penguatan posisi Indonesia di tengah persaingan geopolitik global.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top