JAWA TENGAH — PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) menerima penghargaan tersebut di Gedung Bank Mega, Jakarta, Kamis malam (3/9). Anugerah Ekonomi Hijau diberikan kepada perusahaan, lembaga, dan organisasi yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG) melalui program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Aspek produksi lokal menjadi salah satu pertimbangan utama pemberian penghargaan ini. Sprinto dirakit sepenuhnya di fasilitas PT National Assemblers, Cakung, Jakarta Timur. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) motor listrik ini mencapai 50 persen.
Komitmen terhadap produksi dalam negeri ini memperkuat posisi Indomobil eMotor sebagai brand motor listrik Indonesia yang tidak sekadar menjual produk impor. Dukungan ekosistem juga digenapi lewat jaringan 155 dealer resmi yang tersebar di berbagai wilayah.
Sprinto disokong motor listrik 3,5 kW yang klaim torsi instannya mencapai 195 Nm. Tiga mode berkendara tersedia—Comfort, Sport, dan Boost—untuk menyesuaikan kebutuhan pengendara di perkotaan. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 110 km dalam sekali pengisian daya.
Panel instrumen digital Sprinto sudah mendukung konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay. Perpaduan antara performa, teknologi, dan kepraktisan inilah yang menjadikan Sprinto dirancang untuk aktivitas harian pengguna urban.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Indomobil eMotor dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Kehadiran motor listrik di pasar domestik dinilai sejalan dengan kebutuhan transportasi ramah lingkungan di kota-kota besar.
Randi Aditya selaku PR & Event Coordinator Indomobil eMotor menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diterima perusahaannya.
"Kami dari Indomobil eMotor berterima kasih kepada detikcom atas penghargaan yang diberikan kepada kami, kami mengapresiasi event ini bisa berjalan dengan lancar. Penghargaan ini juga sangat penting untuk perusahaan kami," ujar Randi di lokasi acara.
Penilaian Anugerah Ekonomi Hijau sendiri dilakukan Komite Asesmen detikcom dengan analisis kualitatif. Aspek yang dinilai mencakup inisiatif yang dijalankan perusahaan serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, bukan sekadar pertumbuhan bisnis semata.