3 Hari Digembleng Jurnalistik, Siswa MAN 2 Kebumen Diajak Produksi Konten Digital Hingga Live Streaming

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:15:01 WIB
Puluhan siswa MAN 2 Kebumen mengikuti pelatihan jurnalistik dan produksi konten digital selama tiga hari di Aula Asrama MAN 2 Kebumen.

KEBUMEN — Puluhan siswa MAN 2 Kebumen mendapat pelatihan intensif produksi konten digital dan jurnalistik selama tiga hari, 1–3 September 2026. Kegiatan bertema "Mencetak Jurnalis Muda Cerdas, Cakap Bicara, Kreatif, Beretika, dan Adaptif di Era AI" ini berlangsung di Aula Asrama MAN 2 Kebumen.

Pelatihan ini sekaligus menjadi ajang peluncuran ekstrakurikuler jurnalistik dan media sekolah yang dinamai SIGMA (Sistem Informasi & Gerakan Media MANDA). Peluncuran ditandai dengan penyematan kalung ID card bertuliskan "SIGMA" oleh Kepala MAN 2 Kebumen, Drs. H. Akhmad Taukhid, M.Pd., kepada Pembina Jurnalistik, Fatkhul Anas, M.Pd.

Bekal Produksi Konten, dari Riset Audiens hingga Teknik Kamera

Memasuki hari kedua, peserta tak hanya menerima teori. Mereka langsung dikenalkan pada praktik graphic design dan creative content oleh Hantoro Wibowo, jurnalis Kompas TV yang juga praktisi kreatif digital.

Para siswa diajak memahami bahwa sebuah karya digital tidak cukup hanya tampil menarik. Setiap konten harus punya tujuan dan pesan yang jelas. Salah satu kuncinya adalah menentukan target audiens sebelum memulai produksi, karena karakter pengguna setiap platform media sosial berbeda.

Teknik Pengambilan Gambar yang Wajib Dikuasai Jurnalis Muda

Dalam sesi fotografi dan videografi, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis ukuran pengambilan gambar, mulai dari extreme close up, head shot, hingga establishing shot yang berfungsi memperkenalkan lokasi dan suasana sebelum masuk ke inti cerita.

Prinsip komposisi seperti rule of thirds, kombinasi warna, hingga frame in frame juga diajarkan. Penempatan objek yang tepat membuat gambar lebih seimbang dan memperkuat pesan visual.

Pada materi videografi, siswa belajar konsep shot, scene, dan sequence. Mereka juga diingatkan tentang pentingnya membaca arah cahaya, serta menghindari backlight berlebihan yang bisa merusak kualitas gambar.

Desain Grafis sebagai Alat Komunikasi dan Branding

Desain grafis diposisikan bukan sekadar mempercantik gambar, melainkan alat komunikasi dan promosi. Prinsip seperti kontras, proporsi, harmoni, kejelasan, dan kesederhanaan menjadi pegangan utama peserta.

Pemilihan tipografi dan tata letak harus terukur. Terlalu banyak elemen justru membuat informasi utama sulit ditemukan audiens.

Peluang Live Streaming dan Tahapan Produksi Profesional

Pelatihan juga menyentuh pemanfaatan teknologi live streaming. Peserta diajak melihat peluangnya untuk kebutuhan pembelajaran, promosi, hingga penjualan daring.

Pada bagian akhir, siswa diperkenalkan pada proses post-production. Tahapan ini mencakup pencadangan file, penyortiran materi, penyesuaian gambar dengan alur cerita, hingga preview sebelum publikasi.

Melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga cerdas dalam menyusun pesan dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: kebumen24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top