JAWA TENGAH — Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober mendatang, menjadi panggung ujian sesungguhnya bagi Tim Merah Putih. Tanpa status tuan rumah, Indonesia mengirimkan kekuatan 432 atlet yang berlaga di 35 cabang olahraga, didampingi 148 pelatih dan official.
Angka empat emas terbilang realistis—bahkan konservatif—jika menilik dua partisipasi terakhir. Pada Asian Games Hangzhou 2022, Indonesia justru memulai dengan lambat dan baru mengumpulkan empat emas hingga 3 Oktober. Sabetan dari menembak, angkat besi, panjat tebing, dan BMX Racing itu kemudian ditambah tiga emas di hari-hari pamungkas, menutup turnamen dengan total tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Perbandingannya menohok. Di Asian Games 2018, Indonesia menuntaskan pesta olahraga Asia itu di posisi keempat klasemen akhir dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu—sebuah capaian bersejarah yang hingga kini belum terulang. Pekan olahraga tersebut resmi ditutup pada 2 September 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dua tahun lalu di Hangzhou, tanpa dukungan tribun sendiri, Indonesia terpeleset ke peringkat 13. Target empat emas untuk Jepang nanti mengindikasikan bahwa realistis—atau pesimistis—menjadi kata kunci para pengambil kebijakan olahraga nasional. Mereka tampaknya belajar dari pengalaman: medali tuan rumah dan medali tandang adalah dua dunia yang berbeda.
Meski target resmi minim, komposisi skuad menunjukkan ambisi yang belum padam. Panjat tebing dan BMX Racing, yang terbukti subur di Hangzhou, kemungkinan besar tetap menjadi lumbung emas. Cabang menembak dan angkat besi juga punya tradisi melahirkan juara di panggung Asia.
Pertanyaannya kini: akankah atlet-atlet Indonesia hanya berpuas diri mengejar angka empat, atau justru memecahkan target tersebut? Dengan persiapan yang terpusat dan evaluasi dari kegagalan mempertahankan status elite Asia edisi lalu, peluang untuk melampaui ekspektasi selalu terbuka. Jepang, sebagai tuan rumah, bukanlah medan yang ramah—tetapi tekanan justru kerap memunculkan performa terbaik para atlet.