Empat pemeriksaan akan digarap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng, mencakup ketahanan energi, pangan, pendidikan, dan pengelolaan TJSLP. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen memastikan Pemprov terbuka dan siap memberikan data yang dibutuhkan.
SEMARANG — Empat pemeriksaan akan digarap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng, mencakup ketahanan energi, pangan, pendidikan, dan pengelolaan TJSLP. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen memastikan Pemprov terbuka dan siap memberikan data yang dibutuhkan.
Kepala BPK Perwakilan Jateng Ahmad Luthfi H Rahmatullah menyebutkan pemeriksaan kali ini digelar dalam dua kategori: kinerja dan kepatuhan.
Pemeriksaan tematik itu merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan program pemerintah yang sejalan dengan arah kebijakan RPJMN 2025-2029 dan renstra BPK 2025-2029. Tujuannya memastikan program berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gus Yasin, sapaan Taj Yasin, menegaskan bahwa pemeriksaan BPK menjadi momentum untuk penyelarasan tata kelola pemerintahan. "Saya yakin bahwa pemeriksaan dan penilaian kali ini adalah untuk memperbaiki dan memberikan masukan yang bagus buat pemerintahan kami semakin bersih, semakin memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya dalam kegiatan entry meeting pemeriksaan pendahuluan di kompleks Kantor Gubernur Jateng.
Pemprov berkomitmen bersikap kooperatif dan siap memberikan data yang transparan untuk menyempurnakan pengelolaan keuangan serta program daerah.
Gus Yasin meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi objek pemeriksaan menyiapkan dokumen, program, dan materi yang diperlukan sejak dini. "Untuk setiap OPD yang akan diperiksa atau ada penilaian, apa yang perlu disiapkan, langsung disiapkan," katanya.
Wakil Gubernur Jateng berharap pemeriksaan tersebut memberi evaluasi dan masukan objektif untuk menyempurnakan tata kelola keuangan daerah. Hasilnya diharapkan mendorong pemerintah daerah semakin bersih dan memberikan manfaat bagi warga Jateng secara luas.