SOLO — Personel Tim Sparta tidak hanya memantau situasi kota saat melintas. Di sela-sela patroli, mereka berhenti di sejumlah titik untuk menyerahkan paket makanan siap saji kepada warga yang dinilai membutuhkan. Sapaan hangat dan obrolan singkat mewarnai setiap pemberhentian, sebelum petugas melanjutkan rute pemantauan.
Pembagian bantuan ini merupakan bagian dari program Jumat Berkah yang dijalankan Polresta Surakarta. Melalui kegiatan tersebut, jajaran kepolisian ingin menghadirkan sosok polisi yang tidak hanya bekerja saat ada gangguan keamanan, tetapi juga hadir di tengah kesulitan warga.
Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian institusinya terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa patroli dan aksi sosial berjalan beriringan dalam satu kesempatan.
"Kegiatan Jumat Berkah ini kami laksanakan sebagai wujud kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain melaksanakan patroli untuk menjaga situasi kamtibmas, personel juga kami arahkan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan," kata Kompol Edi, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, interaksi langsung seperti ini menjadi sarana membangun komunikasi yang selama ini kerap terputus. Polisi tidak lagi hanya dikenal lewat razia atau penindakan, melainkan juga lewat dialog dan perhatian terhadap persoalan sehari-hari warga.
Di sela pembagian makanan, para personel menyisipkan pesan agar warga tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta aktif melapor apabila menemukan hal mencurigakan.
"Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli terhadap lingkungan dan tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas," tutur Kompol Edi.
Selain soal keamanan, warga diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Di tengah derasnya arus berita di media sosial, polisi menilai kerukunan warga bisa mudah terganggu oleh kabar bohong atau hoaks yang beredar.
Kompol Edi menambahkan, setiap pelaksanaan patroli, personel Sat Samapta selalu mengedepankan pendekatan humanis. Petugas tidak hanya memantau situasi dari dalam kendaraan, tetapi juga turun menyapa warga dan mendengarkan keluhan yang disampaikan.
Melalui kombinasi patroli dan kegiatan sosial ini, Polresta Surakarta berharap situasi Kota Solo tetap aman dan kondusif. Warga diharapkan merasakan bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang siap membantu.
"Anggota kami tidak hanya hadir untuk melakukan patroli. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi ada dan siap membantu ketika dibutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Kompol Edi.