KAB SEMARANG — Puluhan siswa kelas III SD Negeri Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, mendapat pelatihan langsung menghadapi situasi darurat bencana, Selasa (18/8/2026). Inisiatif ini datang dari mahasiswa KKN UPGRIS yang tengah bertugas di Kelurahan Pojoksari.
Alih-alih sekadar ceramah, para mahasiswa mengajak siswa mempraktikkan langkah penyelamatan diri. Dalam simulasi gempa, anak-anak dilatih berlindung di bawah meja untuk melindungi kepala dan tubuh, kemudian melakukan evakuasi tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Kegiatan ini terasa penting bagi warga setempat. Ketua RW 3 Kelurahan Pojoksari, Sutardi, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi banjir dan pernah merasakan guncangan gempa yang cukup kuat.
“Program ini sangat baik untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Penilaian serupa datang dari pihak sekolah. Guru SD Negeri Pojoksari, Gita Giovani, menyebut kegiatan ini menjadi edukasi kebencanaan pertama yang digelar di sekolahnya. Ia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi para siswa.
“Program ini sangat bagus dan bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi potensi bencana,” katanya.
Para mahasiswa KKN berharap pelatihan ini tidak berhenti pada hafalan teori. Target utamanya adalah menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah sehingga siswa mampu bersikap sigap dan tidak panik ketika situasi darurat benar-benar terjadi.
Dengan metode tanya jawab dan praktik langsung, materi keselamatan yang disampaikan diharapkan lebih mudah diingat dan dipraktikkan oleh anak-anak seusia mereka.