TEGAL — Kompetisi Ekonomi (Kompek) 2026 untuk pertama kalinya mencetak sejarah dengan menjaring peserta hingga tingkat Pulau Jawa. Sebanyak 465 pelajar dari 155 tim sukses melewati babak penyisihan yang berlangsung sejak 30 Juni hingga 8 Agustus lalu, sebelum akhirnya bertarung di babak final yang digelar di Aula Kampus II Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Sabtu (22/8/2026).
Perhelatan ini menjadi barometer baru literasi keuangan bagi pelajar menengah atas, tidak hanya di Pantura Jawa Tengah, tetapi juga merambah provinsi lain. SMAK Penabur Cirebon akhirnya keluar sebagai juara umum, mengungguli ratusan tim lain dari berbagai daerah.
Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita, menegaskan perluasan skala Kompek bukan tanpa alasan. Di tengah pesatnya digitalisasi jasa keuangan, pemahaman pelajar soal pengelolaan keuangan pribadi menjadi tameng utama.
"Pemahaman pengelolaan keuangan pribadi dan kewaspadaan terhadap risiko keuangan digital menjadi kunci membentuk generasi muda yang mandiri secara finansial," ujar Nia, sapaan akrabnya.
Menurut Nia, pelajar hari ini tidak cukup hanya memahami teori ekonomi di kelas. Mereka dituntut mampu berpikir kritis dan mengambil keputusan keuangan secara bijak, terutama saat berhadapan dengan godaan pinjaman online ilegal atau investasi bodong.
Berbeda dari sekadar lomba cerdas cermat, Kompek 2026 merancang format yang lebih kompleks. Tahapan kompetisi menggabungkan uji pemahaman ekonomi, kompetisi cepat tepat, hingga presentasi gagasan dalam sesi battle of ideas.
Format ini dirancang untuk mengasah kemampuan analitis sekaligus mendorong lahirnya solusi ekonomi yang aplikatif dari kalangan pelajar. Mereka tidak hanya dituntut menjawab benar, tetapi juga mampu mempertahankan argumen dan menyusun gagasan yang relevan dengan persoalan ekonomi kekinian.
Wakil Rektor I UPS Tegal, Dhien Noviany Rahmatika, menilai kolaborasi antara OJK dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun kapasitas generasi muda. Kampus, menurutnya, menjadi ekosistem yang tepat untuk menjembatani teori dan praktik.
"Peserta tidak hanya diuji secara akademis, tetapi juga didorong menghasilkan gagasan yang relevan bagi masyarakat," kata Dhien Noviany.
Perluasan cakupan Kompek ini merupakan buah dari konsistensi penyelenggaraan yang berjenjang. Kompetisi yang digagas sejak 2021 ini awalnya hanya menjangkau wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
Memasuki 2024-2025, cakupannya melebar ke tingkat Jawa Tengah. Barulah pada 2026 ini, OJK Tegal berani menaikkan level kompetisi menjadi ajang bergengsi tingkat Pulau Jawa, sekaligus menjadikan Kota Tegal sebagai episentrum literasi keuangan pelajar.