BATANG — Kejuaraan Pencak Silat PUPOC 5 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali bagi 392 pesilat dari wilayah Karesidenan Pekalongan. Bagi IPSI Kabupaten Batang, kejuaraan ini adalah panggung uji coba paling dekat dengan atmosfer kompetisi sebenarnya.
Ketua Harian IPSI Kabupaten Batang, Tarjo, menyebut pertandingan yang berlangsung di GOR Abirawa itu menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana hasil latihan atlet Porprov dapat diterapkan di lapangan.
“Atlet Batang, khususnya yang tim Porprov, ikut bertanding di sini karena ini juga sebagai ajang evaluasi dan uji tanding untuk mengukur kemampuan mereka,” kata Tarjo, Sabtu pagi 22 Agustus 2026.
Dari sembilan atlet yang disiapkan untuk Porprov, IPSI Batang hanya menurunkan enam nama dalam kejuaraan yang diselenggarakan mahasiswa Pendidikan Jasmani UMPP bersama IPSI Kabupaten Batang itu. Keputusan ini diambil agar setiap penampilan bisa dipantau secara detail.
“Dari sembilan atlet memang tidak dikirim semua. Kita hanya kirim enam atlet dan harapannya saya kira bisa gold emas semua di sini,” ujar Tarjo.
Turnamen ini diikuti 31 kontingen, menghadirkan variasi gaya bertanding yang tidak selalu ditemui dalam latihan internal. Bagi atlet Porprov, menghadapi lawan dari luar daerah menjadi simulasi tekanan psikologis yang mendekati kondisi nyata di ajang resmi.
Hasil pertandingan di GOR Abirawa nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pelatih untuk memperbaiki strategi sebelum Porprov Jawa Tengah bergulir. Setiap kekalahan maupun kemenangan dicatat sebagai data pembanding kemampuan atlet.
Dengan enam wakil yang tersebar di berbagai kelas, IPSI Batang berharap torehan medali di PUPOC 5 bisa menjadi modal kepercayaan diri tim menuju kompetisi tingkat provinsi.