4,8 Juta UMKM Jadi Penopang Ekonomi Jateng, 100 Lebih Tenant Ramaikan Pameran Hari Jadi ke-81 di Halaman Kantor Gubernur

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:21:01 WIB
Ribuan produk UMKM dari berbagai daerah memenuhi halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah dalam pameran Hari Jadi ke-81.

SEMARANG — Ribuan produk kerajinan tangan, kuliner khas, hingga fesyen karya pelaku usaha lokal memenuhi halaman perkantoran Gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini bukan sekadar ruang promosi, melainkan upaya konkret pemerintah daerah mendorong usaha kecil agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pameran yang digelar 20-22 Agustus 2026 ini turut menghadirkan produk dari Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Lampung. Selain stan UMKM, acara juga diisi program dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng, BUMD/BUMN, swasta, hingga provinsi mitra yang telah menjalin kerja sama.

Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, besarnya jumlah UMKM menjadi peluang sekaligus tantangan. Pemerintah harus memastikan para pelaku usaha mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari akses permodalan, pemasaran, hingga penguatan kemasan produk.

“Kami ingin mereka bisa berdaya guna sehingga ekonomi kerakyatan bisa berkembang. Ini bagian dari pengembangan ekonomi berbasis desa dan kota,” kata Luthfi seusai pembukaan pameran, Kamis (20/8).

Bagaimana Dampaknya terhadap Penyerapan Tenaga Kerja?

Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah menunjukkan, pembinaan terhadap UMKM terus diperluas. Pada triwulan I 2026, sebanyak 199.781 UMKM telah mendapatkan pembinaan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dampaknya signifikan terhadap lapangan kerja. Sekitar 1,38 juta tenaga kerja terserap melalui UMKM yang mendapatkan pembinaan tersebut.

Bukan Sekadar Bertahan, tetapi Perluas Pasar

Luthfi menegaskan, pemerintah tidak ingin UMKM hanya bertahan sebagai usaha skala kecil. Pembinaan diarahkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya naik kelas.

Pameran ini menjadi gambaran besarnya potensi ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari berbagai daerah sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan jejaring bisnis. Produk lokal yang dipamerkan diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar nasional.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top