UMUKA Karanganyar Targetkan Akreditasi Unggul dan 5.000 Mahasiswa, Perkuat Reputasi Digital

Penulis: Oki Setiawan  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 19:23:01 WIB
Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan akademik di lingkungan kampus UMUKA Karanganyar, Jumat (24/7/2026).

KARANGANYAR — UMUKA didorong untuk tidak hanya mengejar standar nasional, tetapi melampauinya. Hal itu disampaikan Prof. Achmad Nurmandi saat memberikan pendampingan kepada jajaran pimpinan kampus, Jumat (24/7/2026). Ia menekankan bahwa proses internal harus berkualitas dengan standar lulusan yang memiliki kompetensi tambahan yang relevan dengan dunia kerja.

Target Akreditasi: Dari 3 Baik Sekali ke Unggul

Saat ini UMUKA memiliki 25 program studi. Baru tiga di antaranya yang meraih akreditasi Baik Sekali, yaitu Produksi Ternak, Akuntansi, dan Teknik Komputer. Prof. Achmad menargetkan dalam dua tahun ke depan, jumlah prodi berakreditasi Baik Sekali meningkat hingga 50 persen. Empat tahun mendatang, UMUKA sudah harus memiliki program studi berakreditasi Unggul.

“Karena masih baru, diferensiasi visi misinya lebih banyak ke pendidikan. Proses internal harus berkualitas dengan standar lulusan yang melampaui standar nasional, tidak hanya IPK dan masa studi, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.

Keterbatasan Dana dan Dosen Doktor Jadi Tantangan

Rektor UMUKA Muh Samsuri mengakui tantangan utama saat ini adalah keterbatasan pendanaan dan sumber daya manusia. Jumlah dosen bergelar doktor dan jabatan fungsional akademik masih perlu ditingkatkan. Sebagai langkah konkret, kampus terus mendorong dosen untuk melanjutkan studi doktoral dan memperkuat riset.

“Kami merasa sangat terbantu karena ada pendampingan secara langsung. Dokumen perencanaan yang kami susun masih memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki setelah direview,” ujar Muh Samsuri.

Reputasi Digital Jadi Kunci Eksistensi

Selain akademik, Prof. Achmad meminta UMUKA lebih agresif membangun reputasi melalui website dan media sosial. Menurutnya, publikasi aktivitas kampus dan penguatan webometrik menjadi faktor penting agar institusi dikenal luas.

“Kalau tidak aktif di ruang digital, orang tidak akan tahu. Apalagi UMUKA masih baru, jadi harus menunjukkan berbagai capaian dan aktivitasnya kepada masyarakat,” katanya.

Modal Awal: 15 Hibah Kemendiktisaintek dan Riset BRIN

UMUKA mulai menunjukkan hasil. Pada program hibah Kemendiktisaintek, kampus ini meraih 15 hibah dan menempati peringkat keempat Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Jawa Tengah. Sejumlah dosen juga memperoleh pendanaan riset dari BRIN serta beasiswa LPDP dan Program Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI).

Dua program studi baru, yakni Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga Islam, juga telah dibuka. “Capaian tersebut menjadi modal awal untuk meningkatkan mutu program studi lainnya secara bertahap,” pungkas Muh Samsuri.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top