JAWA TENGAH — Klaim biaya operasional murah kembali digaungkan oleh pabrikan asal Vietnam, VinFast, melalui sistem swap baterai untuk jajaran motor listriknya. Dalam sesi talkshow di Jakarta, Sabtu (18/8/2026), Yordan Satriadi membeberkan angka yang cukup mencolok: Rp 6 ribu per sekali penukaran baterai.
"Untuk sekali swap baterai itu harganya Rp 6 ribu," ujar Yordan di hadapan awak media.
Yordan langsung membandingkan angka tersebut dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) motor konvensional. Menurutnya, untuk menempuh jarak 80 kilometer, motor bensin rata-rata membutuhkan sekitar 2 liter bahan bakar.
"Kalau harga (BBM) paling bawah sekitar Rp 10 ribu per liter, kalau 2 liter sekitar Rp 20 ribu. Kalau Rp 20 ribu, kita sudah hemat sekitar 70 persen," tambah Yordan.
Dengan simulasi tersebut, biaya per kilometer pengguna VinFast hanya sekitar Rp 75, jauh di bawah rata-rata motor bensin yang bisa mencapai Rp 250 per kilometer. Angka ini tentu menarik bagi pengendara harian yang mobilitasnya tinggi di perkotaan.
Meski tarif swap baterai dihitung untuk jarak 80 km, masing-masing model VinFast punya kemampuan jelajah berbeda dalam sekali pengisian penuh. Model VinFast Evo menjadi yang terbaik dengan jarak tempuh hingga 85 kilometer. Sementara itu, VinFast Feliz II dan VinFast Viper sama-sama mampu menempuh 82 kilometer.
Selain swap baterai, pengguna juga bisa mengisi daya baterai di rumah. Berapa biayanya? Berdasarkan tarif dasar listrik PLN nonsubsidi golongan R-1 (daya 1.300 VA dan 2.200 VA) sebesar Rp 1.444,70 per kWh, biaya untuk mengisi baterai dari kosong hingga penuh 100 persen hanya sekitar Rp 2.167. VinFast menyebut proses pengisian penuh satu baterai memakan waktu 4,5 jam.
VinFast menggadang ekspansi infrastruktur sebagai kunci utama strategi pemasaran mereka. Dengan lebih dari 2.000 titik swap baterai yang tersebar di Indonesia, pabrikan ini berupaya memangkas kekhawatiran pengguna akan kehabisan daya di tengah perjalanan—sering disebut range anxiety.
Sistem swap memungkinkan pengguna menukar baterai kosong dengan baterai terisi penuh dalam hitungan menit, tanpa perlu menunggu berjam-jam seperti pengisian konvensional. Ini menjadi nilai jual utama VinFast di tengah persaingan motor listrik dalam negeri yang semakin ketat.
Dengan kombinasi biaya operasional rendah dan infrastruktur swap yang masif, VinFast mencoba membuktikan bahwa motor listrik bukan sekadar kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga lebih ekonomis untuk kantong pengguna Indonesia.