KEBUMEN — Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui dinas terkait akan membuka penerimaan tenaga pendidik untuk mengisi kekosongan guru produktif otomotif di sekolah kejuruan pada Juli 2026. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pengajar di bidang teknik otomotif yang selama ini masih minim.
Kebutuhan guru otomotif di SMK Kebumen dinilai mendesak seiring meningkatnya jumlah siswa jurusan teknik kendaraan ringan. Selama tiga tahun terakhir, beberapa sekolah kejuruan bahkan harus merangkap guru dari bidang studi lain untuk mengajar praktik otomotif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kebumen melalui siaran pers menyebutkan bahwa formasi ini dibuka untuk menjawab keluhan dunia industri yang membutuhkan lulusan SMK kompeten di bidang perbengkelan.
Pelamar diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan minimal D3 atau S1 Teknik Otomotif dari perguruan tinggi terakreditasi. Pengalaman mengajar atau praktik kerja di bengkel resmi menjadi nilai tambah.
Proses seleksi direncanakan berlangsung pada pekan kedua Juli 2026 di aula Dinas Pendidikan Kebumen. Peserta yang lolos akan menjalani masa orientasi sebelum ditempatkan di SMK yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
Kepala bidang kepegawaian menyebutkan bahwa prioritas penempatan diberikan kepada sekolah di Kecamatan Prembun dan Sruweng yang selama ini kesulitan mendapatkan guru otomotif tetap.
Penambahan guru otomotif diharapkan mampu meningkatkan kualitas praktik siswa SMK. Selama ini, rasio guru dan murid untuk jurusan otomotif masih timpang, sehingga jam praktik sering terbatas.
Dengan adanya tenaga pengajar baru, sekolah dapat mengoptimalkan bengkel praktik yang sudah ada. Pemerintah daerah juga berencana menjalin kerja sama dengan bengkel resmi di Kebumen untuk program magang siswa.