Sekolah Rakyat Jepara Capai 90 Persen, Target Beroperasi Akhir Juli 2026 untuk Jenjang SD-SMA

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:20:01 WIB
Pekerja menyelesaikan bagian luar bangunan Sekolah Rakyat Jepara yang pembangunannya telah mencapai 90 persen.

JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara, Muh Ali, menyatakan pekerjaan yang tersisa hanya bagian luar bangunan dan tahap penyelesaian akhir.

“Secara keseluruhan sudah sekitar 90 persen. Yang belum hanya pekerjaan luar dan finishing,” terangnya kepada Joglo Jateng, Rabu (15/7/2026).

Jadwal Siswa Mulai Masuk Asrama dan MPLS

Pengecekan terakhir bangunan dijadwalkan pada Sabtu (25/7/2026). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan siswa mulai masuk asrama pada Rabu-Kamis (29-30/7/2026). Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara nasional akan dimulai pada Jumat (31/7/2026).

“Kami sudah koordinasi dengan kementerian,” jelas Muh Ali.

Kuota SD Masih Kurang 7 Siswa, Prioritas dari Wilayah Sekitar

Penerimaan peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA masing-masing telah terpenuhi 90 siswa. Sementara itu, jenjang SD baru terisi 83 siswa atau masih kekurangan 7 siswa dari target 90 siswa.

Muh Ali menjelaskan, kekurangan tersebut diprioritaskan berasal dari wilayah Kecamatan Pakis Aji dan desa-desa di sekitarnya. “Kami prioritaskan dari wilayah Pakis Aji serta desa-desa terdekat,” ungkapnya.

Dua Kelompok Belajar di Jenjang SD

Nantinya, di jenjang SD akan ada dua kelompok peserta didik yang belajar di gedung Sekolah Rakyat Pakis Aji. Kelompok pertama merupakan siswa baru hasil penerimaan di Pakis Aji. Kelompok kedua merupakan 75 siswa Sekolah Rakyat yang selama ini belajar di lokasi sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan.

Masing-masing kelompok akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel). Rombel pertama diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2, rombel kedua untuk kelas 3 dan 4, sedangkan rombel ketiga untuk kelas 5 dan 6.

Meski demikian, Muh Ali mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme pembelajaran yang akan diterapkan di masing-masing rombel. Menurutnya, pengaturan teknis tersebut menjadi kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kalau teknis pembelajarannya seperti apa nanti, kami belum tahu secara detail. Itu mengikuti ketentuan dari Kementerian Sosial,” katanya.

Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan Tunggu Pusat

Kabupaten Jepara menjadi salah satu dari 12 daerah di Jawa Tengah yang menyelenggarakan program Sekolah Rakyat. Selain Jepara, program serupa juga berjalan di Rembang, Pati, Banjarnegara, Cilacap, Surakarta, dan daerah lainnya.

Sementara itu, untuk rekrutmen tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan hingga kini masih menunggu kebijakan pemerintah pusat. Proses penerimaan belum dibuka.

“Semua rekrutmen tendik dan guru ada di pusat,” pungkasnya.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top