SRAGEN — Program Masjid Preneur 2026 resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Sragen pada Senin (13/7) dengan total hadiah mencapai Rp200 juta, naik dua kali lipat dari edisi sebelumnya. Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut program ini merupakan kelanjutan dari Masjid Preneur 2025 yang dinilai berhasil mendorong kemandirian ekonomi masjid.
“Masjid diharapkan memiliki amal usaha dan aktivitas ekonomi yang hasilnya bisa membiayai kegiatan masjid sekaligus meningkatkan kesejahteraan jamaah. Dengan begitu keberkahan masjid terasa nyata secara sosial,” kata Sigit saat membuka pendaftaran.
Pemkab Sragen menargetkan setiap desa dan kelurahan di wilayahnya memiliki minimal satu masjid yang menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Tahun lalu, sepuluh masjid tercatat berpartisipasi dalam program percontohan tersebut.
“Di luar itu sudah ada yang berkembang lebih dulu seperti Masjid Al Falah. Harapannya gerakan ini semakin meluas sehingga manfaat masjid benar-benar dirasakan warga,” ujar Sigit.
Pendaftaran Masjid Preneur 2026 dibuka sejak 12 Juli hingga 12 Agustus 2026. Seluruh peserta akan mengikuti bootcamp dan pendampingan penyusunan rencana bisnis sebelum masuk tahap penilaian. Bupati mengajak takmir masjid tidak ragu mendaftar meski belum memiliki ide usaha konkret.
“Jangan takut belum punya ide bisnis. Ide sederhana akan kami dampingi sampai berkembang. Masjid punya kekuatan jamaah, itu modal besar untuk gerakan ekonomi komunitas,” tegasnya.
Pendampingan program melibatkan Sekolah Bisnis Sragen (SBS), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, Masjid Al Falah, Baznas Sragen, dan PT BPRS Sukowati Sragen. Perwakilan Masjid Al Falah, Kusnadi, menyatakan kesiapan mendampingi peserta melalui jejaring SBS yang telah membina ratusan pelaku usaha.
Menurut Kusnadi, jenis usaha harus disesuaikan dengan potensi wilayah, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga perdagangan. Ia mencontohkan masjid peserta tahun lalu yang mengelola penyewaan lahan pertanian dan mampu meraup puluhan juta rupiah per tahun.
Direktur Utama PT BPRS Sukowati Sragen, Fakhruddin Nur, menambahkan pihaknya bersama Baznas akan mendukung pembiayaan dan pendampingan bagi peserta terpilih. Program ini juga mendapat apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari percepatan akses keuangan daerah.
Melalui Masjid Preneur, Pemkab Sragen berharap semakin banyak masjid yang mandiri secara ekonomi dan menjadi penggerak kesejahteraan di lingkungan sekitarnya.