UNGARAN — Sejumlah rambu lalu lintas masih terpasang mengelilingi area simpang Exit Tol Bawen yang sedang dalam proses pembongkaran. Pulau jalan yang membelah jalur tersebut sebelumnya dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara yang hendak keluar dari tol atau berbelok arah. Proyek ini merupakan respons dari keluhan masyarakat yang sudah lama mengeluhkan titik rawan kecelakaan di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pembongkaran sebagian pulau jalan sudah dimulai sejak Jumat, 10 Juli 2026. Alat berat tampak dikerahkan untuk merobohkan beton pembatas jalan. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang mengenai jadwal pasti selesainya pengerjaan.
Di sekitar lokasi, rambu-rambu peringatan dan pembatas masih terpasang untuk mengarahkan lalu lintas. Pengendara yang melintas diimbau untuk lebih waspada dan mengurangi kecepatan saat melewati area proyek. Penerapan rekayasa lalu lintas sementara belum diberlakukan, mengingat volume kendaraan di jam sibuk cukup tinggi.
Pembongkaran ini merupakan bagian dari evaluasi infrastruktur di simpang Exit Tol Bawen. Simpang tersebut selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan akibat konflik arus kendaraan dari arah tol dan jalan nasional. Dengan dibongkarnya pulau jalan, diharapkan ruang gerak kendaraan menjadi lebih lebar dan risiko kecelakaan bisa ditekan.
Belum ada informasi lebih lanjut apakah pembongkaran ini bersifat permanen atau hanya modifikasi sementara. Masyarakat di sekitar Bawen berharap perbaikan ini bisa segera tuntas agar aktivitas lalu lintas kembali normal.