SURAKARTA — Luas wilayah Kota Surakarta yang hanya sekitar 44 kilometer persegi menjadi salah satu faktor utama tingginya kepadatan. Meski kecil, kota ini berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, budaya, kesehatan, dan perdagangan yang melayani masyarakat dari berbagai daerah di sekitarnya.
Kota Tegal menempati peringkat kedua dengan kepadatan 7.464 jiwa/km². Letaknya yang strategis di jalur Pantura menjadikan kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah pantai utara Jawa Tengah.
Kota Pekalongan menyusul di posisi ketiga dengan kepadatan 7.098 jiwa/km². Sementara itu, Kota Magelang berada di urutan keempat dengan 6.622 jiwa/km². Ibu kota provinsi, Kota Semarang, melengkapi lima besar dengan kepadatan 4.691 jiwa/km².
Kepadatan penduduk tidak lagi hanya terkonsentrasi di wilayah kota. Beberapa kabupaten juga masuk dalam daftar sepuluh besar wilayah terpadat di Jawa Tengah.
Kabupaten Kudus menempati posisi ketujuh dengan kepadatan 2.011 jiwa/km², disusul Kabupaten Sukoharjo (1.943 jiwa/km²) dan Kabupaten Klaten (1.866 jiwa/km²). Daftar ditutup oleh Kabupaten Tegal dengan 1.741 jiwa/km².
Tingginya kepadatan di sejumlah wilayah Jawa Tengah mencerminkan masih kuatnya arus urbanisasi. Banyak masyarakat memilih tinggal di daerah yang menawarkan akses pekerjaan, pendidikan, dan fasilitas publik yang lebih lengkap.
BPS Jawa Tengah mencatat bahwa kepadatan penduduk menjadi indikator penting dalam melihat dinamika pembangunan suatu daerah. Semakin tinggi jumlah penduduk yang tinggal dalam luasan wilayah tertentu, semakin besar tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menyediakan infrastruktur, layanan publik, hingga ruang terbuka hijau.
Dalam hal ini, penting bagi pemerintah untuk memastikan pembangunan yang merata antarwilayah agar pertumbuhan penduduk tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Pengembangan pusat ekonomi baru di tingkat kabupaten diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih merata.